24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
JAKARTA - Seorang lelaki di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, meninggal setelah melakukan eksperimen dengan menenggak cairan pembersih yang mengandung chloroquine, untuk mencegah terkena virus corona.
Seperti dilansir CNN, Selasa (24/3), istri lelaki tersebut juga melakukan hal yang sama dengan suaminya. Namun, dia saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit.
Menurut laporan, pasangan suami istri yang berusia sekitar 60 tahun tersebut meminum cairan pembersih akuarium yang mengandung chloroquine fosfat. Sekitar setengah jam kemudian keduanya memperlihatkan gejala keracunan dan dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga:
Selain dijadikan obat, chloroquine juga kerap digunakan sebagai salah satu bagian untuk membuat cairan pembersih.
Terkait kejadian tersebut, sistem manajemen rumah sakit Banner Health yang berbasis di Arizona dalam laporannya menyatakan supaya para penduduk tidak sembarang mengkonsumsi atau melakukan pengobatan sendiri meski dengan tujuan mencegah infeksi virus.
Baca Juga:
"Terkait dengan informasi yang simpang siur terkait Covid-19, kami memahami sebagian masyarakat mencoba mencari jalan untuk mencegah terinfeksi virus. Namun, mengobati diri sendiri bukan cara yang tepat," kata Direktur Pusat Informasi Obat-obatan dan Zat Beracun Banner Health, dr. Daniel Brooks.
Presiden AS, Donald Trump, mencuit dan mengklaim bahwa kombinasi obat chloroquine dan azithromicyn ampuh untuk mengobati Covid-19 akibat virus corona. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memang melegalkan penggunaan chloroquine untuk malaria, lupus, dan artritis rheumatoid.
Akan tetapi sampai saat ini mereka belum menyetujui obat tersebut digunakan untuk mengobati pasien virus corona.
Sejumlah penelitian saat ini menunjukkan hasil untuk sementara memang obat tersebut bisa meredakan gejala akibat Covid-19. Namun, mereka menyatakan masih harus melakukan penelitian lebih lanjut.
Pakar epidemiologi AS, Dr. Anthony Fauci, tidak menampik soal laporan tersebut. Namun, menurut dia penggunaan kedua obat itu masih harus dikaji.
"Saya bukan tidak setuju dengan fakta di lapangan, tetapi tugas saya adalah membuktikan secara pasti melalui pijakan ilmiah bahwa obat itu memang manjur," kata Fauci yang merupakan anggota Satgas Penanganan Virus Corona AS.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mencatat sebanyak lima orang peserta latihan dasar militer (latsarmil) untuk par
Peristiwa
kabarmelayu.com,KUANSING Kafilah Kabupaten Bengkalis disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) saat tiba untuk
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KUANSING Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Raky
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau terus menggenjot capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi R
Kesehatan
kabarmelayu.com,BANDARLAMPUNG Persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV terus dimatangkan. SIWO PWI Lampu
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Cipta Lestari hari ini miliki nahkoda baru. Ditetapkan, Suryad
Ekbis