Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Malaysia Perpanjang Lockdown hingga 9 Juni, Mudik Lebaran Juga Dilarang

Harijal - Minggu, 10 Mei 2020 21:27 WIB
Malaysia Perpanjang Lockdown hingga 9 Juni, Mudik Lebaran Juga Dilarang
(Foto: AFP)
Muhyiddin Yassin

KUALA LUMPUR - Malaysia, Minggu (10/5/2020), memperpanjang lockdown atau perintah kontrol pergerakan (MCO) selama 1 bulan lagi atau sampai 9 Juni 2020. Meski demikian, ada pelonggaran dalam penerapan perpanjangan ini.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, meski laporan penambahan harian kasus Covid-19 menurun, pertarungan melawan virus belum berakhir.

"Meskipun telah mencapai perkembangan positif dalam perang melawan Covid-19, kita belum sepenuhnya berhasil," kata Muhyiddin, dikutip dari The Straits Times.

Baca Juga:

Dia menambahkan, berdasarkan masukan dari Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional, lockdown masih diperlukan untuk lebih memperkecil potensi penyebaran virus mematikan ini.

“Saya ingin mengumumkan bahwa perintah kontrol pergerakan bersyarat yang seharusnya berlangsung hingga 12 Mei, tetap berlaku hingga 9 Juni,” ujarnya.

Baca Juga:

Muhyiddin menambahkan, mudik menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri masih dilarang, termasuk open house.

BACA JUGA:
Malaysia Catat 94 Kasus Baru Corona, 72 di Antaranya Impor dari Indonesia
Malaysia pertama kali memberlakukan lockdown pada 18 Maret setelah terjadi peningkatan kasus yang tajam. Aktivitas pendidikan dan bisnis yang tidak penting ditutup.

Seluruh warga harus berada di rumah, kecuali untuk membeli kebutuhan pokok dan obat.

Lockdown sempat dilonggarkan pada 4 Mei yang memberikan kesempatan sebagian besar bisnis memulai aktivitas lagi dan warga kembali bekerja. Namun sekolah-sekolah tetap tutup dan pertemuan besar masih dilarang.

Sebanyak 6,64 juta orang atau 43,6 persen total pekerja Malaysia telah kembali beraktivitas sejak Senin lalu. Jumlahnya akan terus bertambah dalam beberapa pekan.

Meski demikian Muhyiddin mengingatkan warga untuk tetap berpegang pada pedoman kesehatan yakni menjaga jarak aman.

“Jangan ceroboh, karena semakin banyak orang kembali bekerja, risiko infeksi lebih tinggi. Beberapa pekan mendatang sangat penting,” katanya, seraya menegaskan, pemerintah tidak akan ragu memberlakukan penguncian total lagi di daerah yang mengalami lonjakan kasus virus corona.

(iNews.id)

SHARE:
beritaTerkait
24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang
Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latsarmil
Siap Berlaga, Utusan Bengkalis pada MTQ ke-44 Riau di Kuansing Tuntas Registrasi Ulang
komentar
beritaTerbaru