Selasa, 06 Oktober 2026 WIB

Gempar Menteri Inggris Resign Saat Pandemi Covid-19, Ada Apa?

Harijal - Selasa, 26 Mei 2020 20:46 WIB
Gempar Menteri Inggris Resign Saat Pandemi Covid-19, Ada Apa?
(Stefan Rousseau / PA via AP)
Foto: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) dan Douglas Ross beberapa waktu lalu.

LONDON - Kabar mengejutkan datang dari Inggris. Menteri Muda untuk Skotlandia Douglas Ross mengundurkan diri dari jabatannya, Selasa (26/5/2020) waktu setempat.

Pengunduran itu tak lepas dari ulah penasihat PM Inggris Boris Johnson, yaitu Dominic Cummings, yang melanggar aturan lockdown yang notabene bertujuan mencegah penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19, beberapa waktu lalu.

"Saya memiliki konstituen yang tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang dicintai, keluarga yang tidak bisa menyampaikan duka cita bersama, orang yang tidak bisa mengunjungi kerabatnya yang sakit karena mengikuti aturan pemerintah. Dengan iktikad baik saya tidak bisa mengatakan kepada mereka bahwa mereka semua salah dan seorang penasihat senior untuk pemerintah benar," ujar Ross via akun Twitternya, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga:

Foto: Pengunduran diri Douglas Ross (Twitter @Douglas4Moray)

Baca Juga:

Pengunduran diri Ross tentu menambah tekanan kepada Cummings. Sang penasihat telah mengadakan konferensi pers, kemarin. Ia membenarkan telah melakukan perjalanan sejauh 425 kilometer dari London ke Durham di timur laut Inggris selama puncak krisis Covid-19.

Tidak lama setelah Ross mengundurkan diri, jumlah anggota parlemen dari Partai Konservatif yang meminta Cummings mengundurkan diri terus bertambah. Terbaru, anggota parlemen dari West Worcestershire Harriet Baldwin mendesak Cummings resign.

Di sisi lain, kantor PM Inggris menyesalkan keputusan Ross.

Selain pemerintah, sejumlah pihak juga membela Cummings, termasuk Chancellor of the Duchy of Lancaster Michael Gove. Menurut dia, Cummings telah bertindak wajar dalam perjalanan dari London ke Durham. Kemudian, Cummings dan keluarga juga ke salah titik terindah di sana, Kastil Bernard, untuk menguji penglihatannya.

"Yang jelas dia tidak melanggar hukum, dia tidak melanggar aturan, dia berusaha melindungi keluarganya dan dia juga berusaha memastikan risiko infeksi dari keluarganya benar-benar diminimalkan," ujar Gove kepada BBC.

Cummings sejauh ini menolak desakan mundur. Ia merasa tidak ada yang salah dengan tindakannya lantaran sudah bertindak "secara wajar dan sah". Pun PM Inggris yang menyebut tindakan Cummings "masuk akal".

Seperti dilansir Worldometers, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Inggris mencapai 261.184. Dari jumlah itu, sebanyak 36.914 meninggal.

(CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto
Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman
Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar
Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI
Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis
Kabut Asap, UPT SDN 011 Desa Baru Batasi Kegiatan di Luar Ruangan
komentar
beritaTerbaru