Selasa, 06 Oktober 2026 WIB

Bakamla Ungkap Dampak Terburuk di RI Jika AS-China Perang

Harijal - Sabtu, 27 Juni 2020 18:11 WIB
Bakamla Ungkap Dampak Terburuk di RI Jika AS-China Perang
(TED ALJIBE / AFP)
Bakamla mengunkap potensi yang terjadi jika konflik di Laut China Selatan antara Amerika dan China kian memanas bahkan berujung pada perang. Ilustrasi.

JAKARTA - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia menyebut ada beberapa potensi terjadi di Indonesia jika konflik di Laut China Selatan antara Amerika dan China kian memanas bahkan berujung pada perang.

Aan menjelaskan meski tak terjun langsung menjadi bagian dari peperangan, dampak buruk justru akan dihadapi Indonesia lantaran wilayah tempat kedua negara itu berperang berdekatan langsung dengan Natuna yang menjadi bagian dari wilayah Indonesia.

"Apabila perang pecah di Laut China Selatan maka Indonesia berpotensi mengalami dampak langsung," kata Aan saat menjadi pembicara dalam diskusi webinar yang diselenggarakan oleh GMNI, Jumat (26/6) malam.

Baca Juga:

Dampak ini antara lain kata Aan potensi kerusakan dan kehancuran wilayah Natuna akibat salah sasaran dari negara yang terlibat perang terbuka. Bukan tidak mungkin salah sasaran ini terjadi lantaran wilayah Natuna memang sangat dekat dengan area konflik. 

Jika ini terjadi kata Aan, sudah barang tentu eksploitasi dan eksplorasi yang sedang dilakukan di Natuna dan perairan Natuna akan terhenti lantaran wilayah Natuna berpotensi terlokalisir.

Baca Juga:

"Dan ini akan berdampak buruk kepada kehidupan masyarakat di wilayah Natuna Utara," kata dia.

Tentu kata Aan, perang yang kemudian berujung ikut merusak tatanan yang ada di Natuna akan berdampak pada Indonesia. Bukan tidak mungkin Indonesia yang sebelumnya tak ikut terjun dalam peperangan terbuka malah ikut bertempur. 

Hal ini bisa terjadi lantaran merasa kedaulatan negaranya terganggu. Bisa saja penduduk di Natuna yang merasa terisolir akan bergerak dan malah ikut terjun berperang. 

"Dan tentu saja dampak lain yang berpotensi adalah krisis ekonomi karena terhentinya aktivitas ekonomi kelautan yang terkait langsung dengan Laut Cina Selatan," kata Aan. 

Dampak Global

Bukan hanya Indonesia, Aan juga memaparkan dampak global secara luas yang akan terjadi jika perang terbuka antara China dan Amerika terjadi di Laut China Selatan. 

Kata dia, kondisi konflik akan menciptakan sejumlah dinamika hubungan Internasional antara negara yang memang mengklaim memiliki sebagian kedaulatan di wilayah itu atau negara pengguna laut itu sendiri.

Tak hanya itu Aan mengatakan gangguan terhadap lalu lintas pelayaran juga akan terganggu apalagi wilayah Laut China Selatan adalah perairan strategis pelayaran baik komersil maupun niaga. 

"Kemudian kontestasi di laut akan mendorong negara yang terlibat untuk meningkatkan kemampuan perangnya. Kemudian konflik antar negara pada umumnya mendorong nasionalisme sehingga berisiko terjadinya konflik horizontal antar manusia," katanya. 

Intinya kata dia, dampak utama perang adalah dampak jangka panjang yang akan merugikan negara manapun. 

"Bila terjadi peningkatan konflik sampai dengan perang, maka terdapat risiko hambatan bahkan terputusnya nilai perdagangan antar negara karena sulitnya kapal-kapal niaga di wilayah tersebut, dan ini tentunya akan ada dampak ke kita juga," kata dia. 

(tst/age)

SHARE:
beritaTerkait
Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto
Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman
Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar
Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI
Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis
Kabut Asap, UPT SDN 011 Desa Baru Batasi Kegiatan di Luar Ruangan
komentar
beritaTerbaru