Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
NEW YORK, kabarmelayu.com - Badan dunia untuk anak-anak atau Unicef menyatakan, sebanyak 300 juta anak di dunia hidup di daerah dengan tingkat polusi udara yang sangat buruk. Di sejumlah daerah bahkan terdapat asap beracun dengan tingkat polusi enam kali lebih parah dari standar internasional.
Peneliti yang menggunakan data satelit untuk membuat estimasi paparan udara global, juga menunjukkan 90 persen anak-anak di dunia, atau sebanyak dua miliar jiwa, tinggal di ruangan yang polusi udaranya melebihi batas aman menurut WHO. Unicef memperingatkan, tingkat polusi udara global berkontribusi terhadap 600 ribu kematian anak per tahun. Jumlah itu lebih banyak dari kematian yang disebabkan oleh malaria dan HIV/AIDS jika digabungkan.
Anak-anak jauh lebih rentan terhadap polusi udara. Polusi sangat mempengaruhi perkembangan otak anak-anak. "Tidak ada masyarakat mampu mengabaikan polusi udara. Kita melindungi anak-anak dengan melindungi kualitas udara. Keduanya adalah pusat masa depan kita," ujar Direktur Eksekutif Unicef, Anthony Lake, dilansir dari Guardian.
Baca Juga:
Polusi udara adalah satu bahaya terbesar yang paling mengancam risiko kesehatan lingkungan. Menurut WHO, tingkat udara beracun naik delapan persen dalam lima tahun terakhir.
Lebih dari tiga juta orang per tahun meninggal dunia akibat polusi udara di luar ruangan. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada 2050.
Baca Juga:
Lake mengatakan, anak-anak sangat berisiko karena mereka bernapas lebih cepat daripada orang dewasa. Lapisan sel di paru-paru mereka lebih rentan terhadap partikel polutan.
India merupakan negara yang memiliki kota-kota paling tercermar di dunia. Udara yang sangat beracun juga ditemukan di Asia Timur, terutama di Cina. Selain itu, negara-negara Afrika juga termasuk ke dalam wilayah dengan tingkat polusi yang buruk.
Krisis polusi udara terburuk ada di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Akan tetapi lebih dari setengah kota di negara-negara kaya juga gagal memenuhi standar WHO. Di Eropa, 120 juta anak-anak tinggal di daerah yang polusi udara luar ruangannya melebihi batas standar internasional. (ROL/rec)
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah sukses melaksanakan ujian akhir murid Kelas VI Tahun Pelajaran 20252026 beberapa waktu lalu, saat ini UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Kabupaten Kampar kembali ditindak. Kali ini, Polres Kampar me
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari, memimpin kegiatan Gerakan Jumat
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Api dari Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau,
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs tahun 2026 memiliki kesempatan me
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Armada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Badan Nasional Penanggu
Lingkungan