Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
NEW YORK, kabarmelayu.com - Badan dunia untuk anak-anak atau Unicef menyatakan, sebanyak 300 juta anak di dunia hidup di daerah dengan tingkat polusi udara yang sangat buruk. Di sejumlah daerah bahkan terdapat asap beracun dengan tingkat polusi enam kali lebih parah dari standar internasional.
Peneliti yang menggunakan data satelit untuk membuat estimasi paparan udara global, juga menunjukkan 90 persen anak-anak di dunia, atau sebanyak dua miliar jiwa, tinggal di ruangan yang polusi udaranya melebihi batas aman menurut WHO. Unicef memperingatkan, tingkat polusi udara global berkontribusi terhadap 600 ribu kematian anak per tahun. Jumlah itu lebih banyak dari kematian yang disebabkan oleh malaria dan HIV/AIDS jika digabungkan.
Anak-anak jauh lebih rentan terhadap polusi udara. Polusi sangat mempengaruhi perkembangan otak anak-anak. "Tidak ada masyarakat mampu mengabaikan polusi udara. Kita melindungi anak-anak dengan melindungi kualitas udara. Keduanya adalah pusat masa depan kita," ujar Direktur Eksekutif Unicef, Anthony Lake, dilansir dari Guardian.
Baca Juga:
Polusi udara adalah satu bahaya terbesar yang paling mengancam risiko kesehatan lingkungan. Menurut WHO, tingkat udara beracun naik delapan persen dalam lima tahun terakhir.
Lebih dari tiga juta orang per tahun meninggal dunia akibat polusi udara di luar ruangan. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada 2050.
Baca Juga:
Lake mengatakan, anak-anak sangat berisiko karena mereka bernapas lebih cepat daripada orang dewasa. Lapisan sel di paru-paru mereka lebih rentan terhadap partikel polutan.
India merupakan negara yang memiliki kota-kota paling tercermar di dunia. Udara yang sangat beracun juga ditemukan di Asia Timur, terutama di Cina. Selain itu, negara-negara Afrika juga termasuk ke dalam wilayah dengan tingkat polusi yang buruk.
Krisis polusi udara terburuk ada di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Akan tetapi lebih dari setengah kota di negara-negara kaya juga gagal memenuhi standar WHO. Di Eropa, 120 juta anak-anak tinggal di daerah yang polusi udara luar ruangannya melebihi batas standar internasional. (ROL/rec)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 10 pada pekan keempat menghadapi Semen Padang FC yang dip
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Irjen Pol Arman Achdiat resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau yang baru usai dil
Hukrim
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengevaluasi hasil pelaporan bulan pertama para operator seluler terk
Iptek
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendorong pemerintah dan pihak terkait segera membentuk tim terpadu untuk memben
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan praktik penimbunan dan pe
Hukrim
kabarmelayu.com,BARITOSELATAN Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupate
Lingkungan
"Mencegah lebih murah dan lebih baik daripada memadamkan"
Lingkungan