Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
WASHINGTON - Seorang dokter terkemuka asal China yang melarikan diri ke Amerika Serikat mengatakan Covid-19 merupakan hasil pengembangan di fasilitas militer negeri Tirai Bambu.
Dr Li Meng-Yan jadi perbincangan ramai ketika dia tiba di Amerika Serikat kemudian menuduh Pemerintah China menutup-nutupi "program senjata biologis Covid-19". Dokter spesialis virologi di Hong Kong's School of Public Health mengatakan bahwa sudah sangat jelas Covid-19 merupakan virus corona jenis baru yang dikembangkan di laboratorium Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
"Pada waktu itu saya dengan jelas menilai bahwa virus itu (Covid-19) berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China," kata Dr Li dikutip dari Taiwan News Agency, Selasa (4/8/2020).
Baca Juga:
Pernyataan Dr Li berbeda dengan informasi yang dipublikasikan Pemerintah China bahwa virus tersebut pertama kali muncul di pasar hewan Wuhan, Provinsi Hubei, pada Desember 2019. Saat berusaha menyampaikan temuannya, kata Dr Li, dia dianggap tidak serius dan diabaikan.
Dr Li yang dibesarkan di bawah rezim Partai Komunis China menyadari profesinya sebagai ahli virus membuatnya merasa punya tanggung jawab melaporkan penemuan itu. Dia juga menyadari laporannya tersebut menempatkan dirinya dalam risiko besar, bahkan ancaman pembunuhan.
Baca Juga:
"Saya tahu begitu saya berbicara, saya bisa menghilang kapan saja sama seperti semua pemrotes yang berani di Hong Kong."
"Saya bisa menghilang kapan saja. Bahkan, nama saya tidak akan ada lagi," ucapnya.
Melarikan diri ke Amerika Serikat dianggap sebagai pilihan paling rasional bagi Dr Li karena tahu bagaimana otoritas China memperlakukan pelapor mengenai Covid-19.
"Pemerintah China menolak untuk membiarkan para ahli luar negeri termasuk yang di Hong Kong melakukan penelitian di China."
"Jadi, saya mengalihkan pandangan ke teman-teman saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," pungkasnya.
Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada Januari lalu, virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 18 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 600.000 orang. China mencatatkan angka infeksi lebih dari 84.000 kasus dan 4.634 angka kematian.
Amerika Serikat berada di urutan pertama negara tertinggi kasus Covid-19 di dunia dengan lebih dari 4 juta kasus dan jumlah kematian melebihi 157.000.
(iNews.id)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 10 pada pekan keempat menghadapi Semen Padang FC yang dip
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Irjen Pol Arman Achdiat resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau yang baru usai dil
Hukrim
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengevaluasi hasil pelaporan bulan pertama para operator seluler terk
Iptek
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendorong pemerintah dan pihak terkait segera membentuk tim terpadu untuk memben
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan praktik penimbunan dan pe
Hukrim
kabarmelayu.com,BARITOSELATAN Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupate
Lingkungan
"Mencegah lebih murah dan lebih baik daripada memadamkan"
Lingkungan