Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
JAKARTA - Pesawat Air India Express tergelincir di Bandara Calicut (Kozhikode), Kerala, India pada Jumat (7/8) malam.
Hingga sekarang, insiden yang menyebabkan pesawat patah dan terbelah dua ini menyebabkan 17 orang meninggal dunia. Berikut kronologi pesawat tergelincir dan terbelah dua.
Pesawat Air India Express dengan nomor penerbangan IX-1344 tersebut terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab pada Jumat sore. Pesawat berjenis Boeing 737 itu mengangkut total 191 orang yang terdiri dari 184 penumpang, 5 awak kabin, dan 2 pilot.
Baca Juga:
Setelah sekitar empat jam perjalanan, pesawat Air India Express tiba di Bandara Calicut, Kerala. Saat hendak mendarat, pesawat itu tergelincir di landasan pacu sekitar pukul 19.40 waktu setempat.
Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan deras. Pesawat tergelincir sekitar 10 meter di ujung landasan pacu. Pesawat itu jatuh ke jurang 10 meter, patah, dan terbelah menjadi dua.
Baca Juga:
"Tidak ada kebakaran yang dilaporkan pada saat (pesawat) mendarat," ungkap juru bicara Air India Express dalam sebuah pernyataan.
Penyelamatan dan evakuasi pesawat langsung dilakukan setelah kecelakaan tersebut. Namun, hujan deras sempat menjadi kendala tim evakuasi.
Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan mencatat bahwa pesawat tersebut sempat berusaha mendarat dua kali.
"Kondisi cuaca tidak bagus. Pilot sudah mencoba mendarat lebih awal dan kemudian melakukan putaran (turnaround)," kata Civil Aviation Minister India Hardeep Singh Puri kepada CNN.
Dalam wawancara di stasiun TV, korban yang yang selamat juga menyebut pesawat naik dan turun berkali-kali sebelum mendarat saat hujan.
Hingga Sabtu (8/8) pagi, tercatat 17 korban tewas, termasuk bayi berusia 10 bulan dan 1,5 tahun. Salah satu pilot, Deepak Santhe juga meninggal dunia, Korban meninggal ini dapat terus bertambah mengingat lebih dari 100 orang terluka dan 15 diantaranya dalam kondisi kritis.
Petugas senior kepolisian Abdul Karim mengatakan kepada AFP, bahwa 15 korban kritis tersebut sedang dirawat intensif di rumah sakit.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan berduka atas kecelakaan tersebut.
"Sangat sedih atas kecelakaan pesawat di Kozikhode. Turut berduka cita kepada mereka yang ditinggalkan orang tercinta. Untuk mereka yang terluka semoga dapat segera pulih," ujar Modi melalui akun Twitter @narendramodi, dikutip Sabtu (8/8).
Modi juga memastikan bahwa Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan siap membantu semua korban yang terdampak.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 10 pada pekan keempat menghadapi Semen Padang FC yang dip
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Irjen Pol Arman Achdiat resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau yang baru usai dil
Hukrim
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengevaluasi hasil pelaporan bulan pertama para operator seluler terk
Iptek
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendorong pemerintah dan pihak terkait segera membentuk tim terpadu untuk memben
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan praktik penimbunan dan pe
Hukrim
kabarmelayu.com,BARITOSELATAN Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupate
Lingkungan
"Mencegah lebih murah dan lebih baik daripada memadamkan"
Lingkungan