Senin, 05 Oktober 2026 WIB

AS Tolak Hasil Temuan Penyelidikan COVID-19 oleh WHO di Wuhan

Harijal - Kamis, 11 Februari 2021 20:22 WIB
AS Tolak Hasil Temuan Penyelidikan COVID-19 oleh WHO di Wuhan
Petugas laboratorium melepaskan pakaian pelindung di sebuah laboratorium di Shenyang, provinsi Liaoning timur laut China, Rabu (12/2/2020). WHO kini tidak lagi menyebut virus yang merebak di China sebagai Virus Corona Baru. (STR/AFP)

JAKARTA - Amerika Serikat mengatakan tidak akan menerima hasil temuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari penyelidikan Virus Corona COVID-19 di Wuhan, China. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price.

Menurutnya, penghitungan lengkap oleh WHO dan China yang merinci bagaimana pandemi dimulai dan menyebar sangat penting mengingat pengaruhnya dan dampak global dari Virus Corona COVID-19.

"Jelas, China, setidaknya sampai saat ini, belum menawarkan transparansi yang kita butuhkan dan, yang sama pentingnya, komunitas internasional perlu, sehingga kita dapat mencegah pandemi seperti ini terjadi lagi," kata Price dalam sebuah pengarahan, seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (11/2/2021). 

Baca Juga:

"Kami akan bekerja dengan mitra kami, dan juga memanfaatkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis oleh komunitas intelijen kami sendiri ... daripada terburu-buru membuat kesimpulan yang mungkin dimotivasi oleh hal lain selain sains," sebut Price. 

Sementara di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan kegiatan di Wuhan hanyalah bagian dari penyelidikan, dan menegaskan kembali seruan agar AS mengizinkan pakar WHO untuk meluncurkan penyelidikan di negara tersebut.

Baca Juga:

"Kami berharap AS, seperti China, akan mengambil sikap terbuka dan transparan serta mengundang pakar WHO untuk melakukan penelitian dan kajian di AS," jelas Wang dalam sebuah  konferensi pers. 

Anggota misi WHO yang terdiri dari ilmuwan asing dan China, yaitu Peter Ben Embarek, menuturkan kepada wartawan di Wuhan pada akhir kegiatan penyelidikan bahwa Virus Corona kemungkinan besar muncul pada manusia setelah melompat dari hewan.

Peter Ben Embarek, yang memimpin kelompok itu, menambahkan bahwa "sangat tidak mungkin" virus itu bocor dari Institut Virologi Wuhan, seperti tuduhan tana bukti oleh pemerintahan Donald Trump.

(liputan6.com)

SHARE:
beritaTerkait
Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit
PSPS Curi Tiga Poin dari Semen Padang FC
Ditreskrimsus Polda Riau Selidiki Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk Diduga Bermasalah Temuan Personil Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai
Resmi Jadi Kapolda Riau, Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Kemkomdigi Minta Operator Seluler Optimalkan Perlindungan Sisa Kuota
komentar
beritaTerbaru