Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Cina Tingkatkan Pendanaan untuk Indonesia

Harijal - Senin, 16 November 2015 12:09 WIB
Cina Tingkatkan Pendanaan untuk Indonesia
reuters
Presiden Cina Xi Jinping

REPUBLIKA.CO.ID,  ANTALYA -- Pemerintah Indonesia dan Cina sepakat meningkatkan kerja sama bidang ekonomi dan keuangan termasuk bantuan negara itu untuk menambah dukungan likuiditas kepada Indonesia.

"Banyak yang dibahas, antara lain tindak lanjut pertemuan sebelumnya, mengenai dukungan likuiditas dari Cina, termasuk adanya tambahan 20 miliar dolar AS," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel IC Santai Antalya, Turki, Ahad (15/11) malam.

Menurut Presiden Jokowi, kedua negara juga menyepakati upaya peningkatan investasi yang akhirnya akan memberi tambahan dana masuk.Presiden menyambut baik komitmen Pemerintah RRT untuk membantu sektor keuangan Indonesia melalui pendanaan bagi perbankan Indonesia dan dukungan likuiditas.

Baca Juga:

Dalam pertemuan bilateral ini, Presiden Cina Xi Jin Ping menyampaikan kesiapan Pemerintah Cina untuk meningkatkan kesepakatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) yang diberikan kepada Indonesia menjadi sekitar 20 miliar dolar AS. Perjanjian tersebut memungkinkan swap mata uang lokal antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral Cina.  

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga meminta dukungan Presiden Jin Ping agar pejabat Indonesia yang kompeten dapat masuk dalam manajemen puncak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) serta keinginan Indonesia untuk menempatkan kantor regional pertama AIIB di Jakarta.

Baca Juga:

 

Sumber

SHARE:
beritaTerkait
Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil
Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya
Terbitkan SP3 Dugaan Pemerasan dan Penggelapan, Kapolri hingga Jajaran Polda Lampung Dipraperadilankan di PN Jaksel
Jeritan Transmigran Air Balui, Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria
Pelaku Teror Pocong di Kulim Diamankan Polisi Tak Benar, Ternyata ODGJ
Setelah Tuntaskan Rukun dan Wajib Haji, Jemaah Asal Desa Pulau Payung Kampar Wafat di Tanah Suci
komentar
beritaTerbaru