Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Petinggi AS Beberkan 4 Negara Asia Kini di Jurang Krisis

Harijal - Minggu, 05 Mei 2024 19:34 WIB
Petinggi AS Beberkan 4 Negara Asia Kini di Jurang Krisis
Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara pada acara Pertemuan Tahunan Asian Development Bank (ADB) ke-57 di Tbilisi, Georgia, Minggu (5/5/2024). (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando)

TBILISI - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melihat pemulihan ekonomi di Asia Pasifik pasca pandemi Covid-19 belum merata. Setidaknya empat negara yang berada dalam situasi yang masih terpuruk, yaitu Pakistan, Sri Lanka, Maladewa, dan Laos.

"Diperlukan reformasi pada negara-negara itu," kata Asisten Menteri Keuangan AS Alexia Latortue dalam Pertemuan Tahunan Asian Development Bank (ADB) ke-57 di Tbilisi, Georgia, Minggu (5/5/2024).

Kawasan Asia Pasifik secara keseluruhan, menurut Latortue tampak baik dengan pertumbuhan yang relatif kuat dan tangguh. Akan tetapi masih ada beberapa negara yang alami keterpurukan akibat faktor eksternal dan internal.

Baca Juga:

Hal ini tak terlepas dari hantaman empat krisis yang terjadi sekaligus selama beberapa waktu terakhir. Adalah perubahan iklim, konflik, kerawanan pangan dan peningkatan utang yang semakin besar.

"Secara lebih luas, kawasan ini menghadapi risiko, termasuk kondisi keuangan global yang lebih ketat, perlambatan permintaan domestik di China dan tingkat utang yang tinggi," jelasnya.

Baca Juga:

Menurut Latortue, ADB dapat memainkan peran agar negara yang jatuh ke jurang krisis bisa kembali pulih. Sementara negara yang kini mampu tumbuh positif dapat mempertahankan momentum.

"Ketika negara-negara berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan

dan mengelola risiko-risiko ini, mereka akan terus mengandalkan lembaga-lembaga keuangan internasional seperti ADB," paparnya.

Ada empat hal yang perlu dilakukan ADB, yaitu pertama memberikan layanan berkualitas tinggi pendanaan pembangunan, termasuk pendanaan iklim. Kedua, memobilisasi dana tambahan, termasuk mengatur sumber daya dalam negeri dan memungkinkan investasi oleh sektor swasta. Ketiga, menghimpun peran para pemangku kepentingan dan keempat berfungsi sebagai acuan di regional..

"Agenda ini masih jauh dari selesai. Tantangan-tantangan yang mendesak seperti perubahan iklim, konflik dan kerapuhan, serta pandemi mengancam kemajuan pembangunan yang telah dicapai dengan susah payah, dan kami mendesak hal ini komitmen berkelanjutan untuk melakukan reformasi," pungkasnya.(sumber)

SHARE:
beritaTerkait
Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latsarmil
Siap Berlaga, Utusan Bengkalis pada MTQ ke-44 Riau di Kuansing Tuntas Registrasi Ulang
Bupati Inhil Hadiri Malam Ta’aruf dan Pelantikan Dewan Hakim MTQ Ke -44 Tingkat Provinsi Riau 2026
komentar
beritaTerbaru