Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
JAKARTA - Tim penyelamat Iran berhasil menemukan helikopter nahas pembawa Presiden Iran Ebrahim Raisi yang hilang, Senin (20/5/2024). Dalam penemuannya, seluruh penumpang yang berjumlah sembilan orang, termasuk Presiden Raisi, dilaporkan tewas.
Jurnalis Al Jazeera yang berbasis di Teheran, Resul Serdar, mengungkapkan bahwa kondisi helikopter terbakar habis tanpa sisa. Jenazah yang terbakar juga sulit dikenali.
"Pihak berwenang Iran juga mengatakan bahwa beberapa jenazah terbakar hingga tidak dapat dikenali lagi, dan mereka belum dapat mengidentifikasi siapa yang berada di lokasi tersebut," lapornya.
Baca Juga:
Hal sama juga dikatakan Bulan Sabit Merah Iran. Namun ditegaskannya bahwa jenazah Raisi telah ditemukan.
"Kami sedang dalam proses memindahkan jenazah para syuhada ke Tabriz di barat laut Iran," kata Kepala Bulan Sabit Merah Pirhossein Koolivand kepada TV pemerintah.
Baca Juga:
"Operasi pencarian telah berakhir," tegasnya.
Sebelumnya, Raisi dan rombongannya tewas dalam kecelakaan yang menimpa helikopter yang ditumpanginya, Minggu sore waktu setempat. Hal ini terkonfirmasi Senin, setelah tim menemukan puing helikopter di sebuah lokasi dekat sebuah desa bernama Tavil, yang berada 100 kilometer dari kota Tabriz, ibu kota Provinsi Azerbaijan Timur.
Selain Raisi, ada juga pejabat tinggi lain uang tewas yakni Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian. Gubernur provinsi Azerbaijan Timur, Malek Rahmati, juga jadi korban.
"Presiden Republik Islam Iran, Ayatollah Ebrahim Raisi, mengalami kecelakaan saat bertugas dan menjalankan tugasnya untuk rakyat Iran dan menjadi syahid," kata kantor berita Iran Tasmin dikutip dari AFP.
"Presiden Raisi, menteri luar negeri dan seluruh penumpang helikopter tewas dalam kecelakaan itu," tambah pejabat yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah, kepada Reuters.
Sementara itu, kelompok nasionalis Iran mendesak masyarakat untuk mendoakan Raisi. TV pemerintah terus menayangkan gambar ratusan jamaah, berdoa di Tempat Suci Imam Reza di kota Mashhad, salah satu situs paling suci Islam Syiah, serta di Qom dan lokasi lain di seluruh negeri.
Di Teheran, sekelompok pria berlutut di pinggir jalan sambil menggenggam tasbih dan menonton video Raisi yang sedang shalat. Beberapa di antara mereka tampak menangis.
"Jika sesuatu terjadi padanya (Raisi), kami akan patah hati," kata salah seorang pria bernama Mehdi Syedi.(sumber)
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, H. Fadillah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan proses hibah sejumlah aset eks Caltex yang saat ini masih b
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pergelaran Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, resmi dibuka, R
Budaya
kabarmelayu.com,KUANSING Sebanyak 857 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Festival Pacu Jalur, perhelatan budaya masyarakat K
Pemerintahan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
Article
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatia
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Riau belum juga menemuk
Parlemen
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, menggelar kegiatan kemeriahan HU
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPT SMP Negeri 1 Bangkinang K
TNI/Polri