Selasa, 06 Oktober 2026 WIB

Baru Saja Berkuasa, Trump Pecat Hampir Semua Dubes

Harijal - Sabtu, 21 Januari 2017 15:47 WIB
Baru Saja Berkuasa, Trump Pecat Hampir Semua Dubes
Presiden AS Donald Trump

WASHINGTON DC - Baru saja dilantik, Presiden AS Donald Trump langsung mengambil langkah kontroversial, yakni memecat duta besar AS (Dubes) di hampir semua negara di dunia.

Anehnya, Trump belum menyiapkan pengganti para Dubes yang dipecat tersebu.

Sebelum melakukan pemecatan, Trump sudah memberikan peringatan bagi seluruh Dubes yang ditunjuk Presiden Barack Obama untuk mengundurkan diri. Mereka dipaksa meninggalkan pekerjaannya hingga Jumat siang (20/1/2017).

Baca Juga:

"Kami tidak akan memberikan pengecualian bagi Dubes yang meminta perpanjangan masa jabatan setelah hari pelantikan, bahkan bagi Dubes yang memiliki anak kecil kami tidak memberikan pengeculian," sebut keterangan resmi Tim Transisi Trump, seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (21/1/2017).

Tim Trump mengatakan, keputusan ini tak perlu dibesar-besar. Sebab, sudah jadi tradisi bahwa setiap Dubes mundur saat pemerintahan baru muncul.

Baca Juga:

Sekiranya ada 80 Dubes yang 'dipaksa' meninggalkan tugasnya. Termasuk di beberapa tempat penting seperti Dubes untuk Isu Perempuan di PBB, Jerman, Inggris, Kanada.

Negara tersebut dikenal sebagai sekutu tradisional AS.

Sementara Dubes di negara besar lain, sepertti China, Arab Saudi, India dan Jepang menerima nasib yang sama.

Diperkirakan kekosongan masa jabatan Dubes akan berlangsung lama. Pasalnya, untuk menempatkan Dubes, terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Kongres AS.


Sumber: liputan6.com/gonews.com

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman
Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar
Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI
Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis
Kabut Asap, UPT SDN 011 Desa Baru Batasi Kegiatan di Luar Ruangan
Pagi Ini Kualitas Udara Pekanbaru Sudah di Level Berbahaya!
komentar
beritaTerbaru