Rabu, 19 Agustus 2026 WIB

Kaki Babi Digantung di Islam Center Seaford

Harijal - Selasa, 16 Mei 2017 21:38 WIB
Kaki Babi Digantung di Islam Center Seaford
Bosh Fawstin
Islamofobia (ilustrasi)

SEAFORD - Kaki babi digantungkan dalam aksi protes berbau Islamofobia terhadap rencana pembangunan Islamic Center di Seaford.  Dilansir dari The Argus, Senin (15/5), penghuni yang tinggal di Seaford merasa jijik dan langsung menggantinya dengan kartu ucapan selamat datang di rumah baru anda. Bahkan, mereka menaruh seikat bunga di pintu situs Islam tersebut.

Anggota dewan dan pemuka agama juga bersatu untuk menegaskan kota itu sebagai tempat yang inklusif dan ramah. Salah satu penghuni, Joe Meyer (70), mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan protes yang dilakukan.

"Kami tidak melakukan ini di Seaford, saya orang Yahudi, dan 50 tahun yang lalu ini bisa saja terjadi ke tempat ibadah saya," kata Meyer.

Baca Juga:

Setelah melihat kejadian itu, ia langsung menghubungi polisi dan dewan kota. Petugas Distrik Lewes, Toby Collins, mengaku tidak akan membiarkan hinaan serupa terjadi di Seaford, dan langsung memotong kaki babi yang digantung teli tersebut.

"Saya pikir, saya tidak ingin memberikan kepuasa kepada orang-orang itu (pelaku)," ujar Collins.

Baca Juga:

Administrator Gereja Paroki St Leonard yang berada tepat di seberang situs Islam, Charlie Christie, mengaku terkejut dengan apa yang terjadi. Karenanya, ia sangat senang kalau pintu situs Islam itu telah dibersihkan dan dihiasi bunga.

"Mengerikan sekali, sungguh sesuatu yang mengerikan untuk dilakukan," kata Christie.

Sementara, Shahadat Ali yang mengajukan permohonan perubahan penggunaan bangunan, menjelaskan alasannya mengajukan itu. Menurut Ali, itu dilakukan karena sudah 15 tahun umat shalat Jum'at di kamar sewaan rumah sakit terdekat dan ingin tempat sendiri.

Ali, yang tinggal di Seaford sejak 1985 menilai, sebagian orang memang punya cara sendiri untuk mengekspresikan diri. Maka itu, ia menegaskan, apa yang terjadi tidak akan pernah mempengaruhi kualitas hubungan umat beragama di Seaford.

"Senang sekali setelah apa yang terjadi, saya masih diterima di sini," ujar Ali.

Saat ini, Kepolisian Sussex sedang menyelidiki insiden itu sebagai kejahatan kebencian. Hal itu dikarenakan protes yang dilakukan merupakan perlakukan yang tidak menyenangkan dan menyinggung kelompok tertentu. (ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan
Tim Gabungan Pekanbaru Siap Siaga Hadapi Karlahut
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
Bupati Inhil Terima Penghargaan Terbaik II IRH dari Kanwil Kemenkum Riau
Pemko Pekanbaru Upayakan Hibah Aset Eks Caltex Rumbai
Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 Resmi Digelar
komentar
beritaTerbaru