Senin, 05 Oktober 2026 WIB

Kejam! Bukti Baru Amnesty Internasional Tunjukkan Pasukan Myanmar Sengaja Singkirkan Etnis Rohingya

Harijal - Jumat, 15 September 2017 08:27 WIB
Kejam! Bukti Baru Amnesty Internasional Tunjukkan Pasukan Myanmar Sengaja Singkirkan Etnis Rohingya
(Foto: BBC)
Citra satelit Amnesty International menunjukkan kesengajaan pembakaran di Rakhine, Myanmar

LONDON - Kelompok pembela hak asasi manusia, Amnesty International (AI), merilis citra satelit terbaru yang menunjukkan adanya kampanye terorkestrasi untuk membakar desa-desa etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar. AI menuduh pasukan Myanmar berupaya menyingkirkan Rohingya.

Sedikitnya 389 ribu etnis Rohingya di Rakhine, melarikan diri ke Bangladesh sejak kekerasan meletus pada 25 Agustus. Insiden tersebut dipicu oleh serangan ke pos-pos perbatasan di Rakhine oleh kelompok militan. Tentara Myanmar lalu membalas serangan dengan menggelar agresi militer.

Pemerintah Myanmar mengatakan, saat ini sekira 30% desa-desa di Rakhine kosong melompong ditinggal penghuninya. Etnis Rohingya yang mendominasi di Rakhine selama ini dianggap sebagai imigran ilegal karena Pemerintah Myanmar menolak memberikan status kewarganegaraan.

Baca Juga:

AI mengklaim memiliki data baru berdasarkan data deteksi api, citra satelit, foto dan video, serta wawancara dengan saksi mata. Semua bukti itu menunjukkan adanya kampanye terorkestrasi dari pembakaran sistematis dengan target desa-desa etnis Rohingya selama tiga pekan terakhir.

“Bukti-bukti tidak dapat dibantah. Pasukan keamanan Myanmar tengah membakar wilayah utara Rakhine State dalam sebuah kampanye yang ditargetkan untuk mendorong orang-orang Rohingya keluar dari Myanmar,” ujar Direktur Respons Amnesty International, Tirana Hassan, dilansir dari BBC, Jumat (15/9/2017).

Baca Juga:

Negara yang dulu bernama Burma itu tengah menghadapi kecaman dari dunia internasional atas kekerasan dan aksi pilih kasih di Rakhine. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson yang berada di London, Inggris, mengatakan bahwa demokrasi di Myanmar saat ini tengah menghadapi momen krusial.

“Saya pikir sangat penting agar komunitas internasional berbicara untuk mendukung apa yang semua tahu harapannya adalah untuk memperlakukan orang dengan setara tanpa memandang etnis mereka. Kekerasan ini harus berhenti,” ujar Rex Tillerson

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan, etnis Rohingya saat ini menghadapi situasi kemanusiaan yang mengerikan. Pria asal Portugal itu menambahkan, serangan ke desa-desa di Rakhine sangat tidak bisa diterima. Dewan Keamanan PBB sendiri sudah mendesak dilakukan langkah darurat untuk mengakhiri kekerasan tersebut.


(war/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Kapolsek Bangko Pusako dan Rimba Melintang Beri Kejutan Kue Tumpeng dan Bibit Pohon di Koramil 05/RM
HUT TNI ke-81, Polsek Bina Widya Hadir Perkuat Soliditas TNI-Polri
Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit
PSPS Curi Tiga Poin dari Semen Padang FC
Ditreskrimsus Polda Riau Selidiki Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk Diduga Bermasalah Temuan Personil Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai
Resmi Jadi Kapolda Riau, Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
komentar
beritaTerbaru