Kapolsek Bangko Pusako dan Rimba Melintang Beri Kejutan Kue Tumpeng dan Bibit Pohon di Koramil 05/RM
Kapolsek Bangko Pusako dan Rimba Melintang Beri Kejutan Kue Tumpeng dan Bibit Pohon di Koramil 05/RM
TNI/Polri
Untuk pertama kalinya pejabat China mengakui adanya kamp konsentrasi bagi warga Muslim Uighur di Xinjiang. Namun berbeda dengan laporan lembaga HAM dan media Barat, dalam bahasanya kamp itu bukan penjara melainkan "tempat pelatihan".
Diberitakan Reuters, Shohrat Zakir, pejabat senior Partai Komunis di Xinjiang menyampaikan hal tersebut dalam wawancara panjang dengan kantor berita China Xinhua, Selasa (16/10). Dia mengatakan orang-orang yang dikirim ke kamp itu adalah mereka yang "terpengaruh oleh terorisme dan ekstremisme, tapi hanya kejahatan kecil yang tidak mendapat hukuman kriminal."
Dia tidak menyebutkan bahwa tempat itu adalah kamp atau penjara seperti yang dilaporkan lembaga HAM Human Right Watch (HRW) pada September lalu.
Baca Juga:
Namun Zakir mengakui bahwa tempat itu berupa "asrama" dengan petugas keamanan yang mengawasi pintu masuk. Laporan media sebelumnya menyebut ada ribuan hingga jutaan orang yang ditahan di penjara itu.
Pelatihan yang diberikan dalam kamp di Xinjiang, kata Zakir, adalah pelajaran bahasa dan edukasi soal konstitusi dan hukum China. Diberikan juga pelatihan keterampilan kerja seperti pemrosesan makanan, perakitan elektronik, menata rambut, menjahit, dan berdagang online.
Baca Juga:
"Melalui pelatihan kerja, banyak peserta mampu merefleksikan kesalahan mereka dan melihat jelas esensi dan keburukan terorisme dan ekstremisme agama," kata Zakir.
"Mereka juga lebih baik dalam membedakan yang baik dan buruk serta menolak masuknya pemikiran ekstremis," lanjut dia lagi.
Dia mengatakan, kamp itu berhasil mencegah kekerasan militan di Xinjiang dalam 21 bulan terakhir. Rencananya pada akhir tahun ini "pelatihan" akan rampung dan "peserta" akan dibebaskan.
Zakir adalah pejabat tinggi pertama Xinjiang yang secara terbuka berbicara soal kamp itu. Berbagai pengakuan mantan tahanan di kamp tersebut sebelumnya bermunculan di media dan laporan HRW.
Para tahanan mengaku didoktrin mencintai Partai Komunis dan menanggalkan keislaman mereka. Mereka dipaksa menghafal lagu-lagu Partai Komunis dan menyanjung Presiden Xi Jinping dengan berlebihan. Jika tidak, mereka akan mendapatkan hukuman fisik maupun mental.
Akibat laporan ini China menuai kecaman dari seluruh dunia. Amerika Serikat telah menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada para pejabat China yang terlibat dalam kamp konsentrasi massal ini.
(kumparan.com)
Kapolsek Bangko Pusako dan Rimba Melintang Beri Kejutan Kue Tumpeng dan Bibit Pohon di Koramil 05/RM
TNI/Polri
HUT TNI ke81, Polsek Bina Widya Hadir Perkuat Soliditas TNIPolri
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung dengan penuh khid
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 10 pada pekan keempat menghadapi Semen Padang FC yang dip
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Irjen Pol Arman Achdiat resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau yang baru usai dil
Hukrim
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengevaluasi hasil pelaporan bulan pertama para operator seluler terk
Iptek
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendorong pemerintah dan pihak terkait segera membentuk tim terpadu untuk memben
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan praktik penimbunan dan pe
Hukrim