Kamis, 08 Oktober 2026 WIB

Cerita WNI yang Selamat dari Penembakan di Christchurch

Harijal - Jumat, 15 Maret 2019 19:14 WIB
Cerita WNI yang Selamat dari Penembakan di Christchurch
Foto: AP Photo/Mark Baker
Polisi sedang mengawal orang-orang ke luar masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Seorang WNI bernama Kevin berhasil menyelamatkan diri dari penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru. 

Kepada kumparan, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Selandia baru tersebut mengatakan, saat kejadian berlangsung ia sedang berada di Masjid Al-Noor. Dirinya bersama teman-temannya melaksanakan ibadah salat Jumat di tempat itu. 

Tak lama setelah itu, ketika khatib membacakan khotbah, Kevin mengaku mendengar suara keras dari arah pintu masuk masjid.

Baca Juga:

“Aku (salat Jumat) sama teman-teman bukan WNI,” kata Kevin ketika dihubungi kumparan, Jumat (15/3).

“Di dalam masjid lagi khotbah, 5 menit-10 menit awal mulai khotbah terus ada suara jedar-jedar, aku kira itu listrik konslet, tapi suaranya tetap terus-terusan gitu, orang langsung pada lari,” sambung dia.

Baca Juga:

Kevin mulai menyadari ada yang tidak beres ketika melihat orang-orang berlarian. Ia pun memutuskan untuk ikut berlari keluar masjid. Di luar masjid, Kevin bertemu dua orang Indonesia lainnya.

“Pas aku lari, baru ketemu sama dua orang Indonesia lainnya,” kata Kevin.

Setelah berhasil melarikan diri, Kevin langsung menuju kembali ke rumahnya. Ia mengatakan hingga saat ini kondisi di Christchurch masih belum stabil

“Semua masih lock down dan masih belum ada satu toko pun yang buka,” ujar Kevin.

“Masih belum kondusif, masih was-was,” ujarnya. 

Kevin mengaku hingga saat ini belum mendengar kabar keberadaan teman-temannya di Masjid tempatnya salat.

“Teman-teman belum tahu kondisinya gimana, masih belum ada kabarnya,” pungkasnya.

Aksi penembakan terjadi di dua masjid di Selandia Baru, yakni Masjid Al-Noor, Christchurch, dan Masjid Linwood Ave. 

Teror tersebut menewaskan 49 orang dan melukai puluhan lainnya. Sebanyak empat pelaku sudah ditahan, seorang di antaranya adalah WN Australia.

Hingga saat ini, tercatat 2 WNI yakni ayah dan anak ikut menjadi korban penembakan tersebut.

(kumparan.com)

SHARE:
beritaTerkait
19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
Kecamatan Tenayan Raya dan Lintas Sektor Bagikan Ribuan Masker
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Dewan Pengurus Korpri Inhil 2026-2031 Dikukuhkan
komentar
beritaTerbaru