19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
JAKARTA - Menteri Energi, Sains, Teknologi, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, didesak mundur untuk menghindari konflik kepentingan dalam menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan.
Desakan ini mencuat setelah terkuak fakta bahwa suami Yeo merupakan pemilik IOI Corporation, perusahaan induk Sukses Karya Sawit.
Sukses Karya Sawit sendiri merupakan salah satu dari empat perusahaan Malaysia yang diduga melakukan pembakaran lahan di Indonesia sehingga menyebabkan kabut asap di kawasan.
Baca Juga:
Ketua sayap muda Partai Asosiasi China Malaysia, Nicole Wong, pun mendesak Yeo segera mundur demi menghindari konflik kepentingan. Nicole mencium gelagat ini karena Yeo dinilai sangat lamban menangani permasalahan kabut asap tersebut.
"Dia [Yeo] mengatakan bahwa Undang-Undang Asap Lintas Batas harus ditegakkan bagi Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara, yang selalu terkena dampak kabut asap, tapi perusahaan suaminya merupakan salah satu dari empat yang disebut pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas kebakaran lahan," ujar Nicole.
Baca Juga:
Melanjutkan pernyataannya, Nicole berkata, "Oleh karena itu, Yeo Bee Yin didesak untuk segera melepas jabatannya."
Yeo langsung menanggapi desakan tersebut dengan mengatakan bahwa ia menyerahkan semua proses hukum ke tangan Indonesia.
Ia pun meminta semua pihak untuk bekerja sama menangani masalah kabut asap dengan memberikan gagasan segar.
"Saya harap oposisi bisa memberikan gagasan yang lebih konstruktif untuk menangani masalah yang sudah melanda negara selama berpuluh tahun," ucap Yeo sebagaimana dikutip Channel NewsAsia.
Yeo sendiri sempat beradu argumen dengan Indonesia terkait kabut asap ini hingga meningkatkan ketegangan antara kedua negara.
Ia menuding asap dari Indonesia menyebabkan kualitas udara di Negeri Jiran buruk, sementara Jakarta menganggap kabut yang masuk wilayah Kuala Lumpur berasal dari kebakaran di Semenanjung Malaya dan Serawak.
Namun kemudian, Badan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) menyatakan bahwa kabut asap yang mencemari wilayah udara Malaysia dan sejumlah negara tetangga lainnya berasal dari kebakaran hutan di Indonesia.
(cnnindonesia.com)
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 251,4 g/mda
Pemerintahan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis