Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
JAKARTA - Sebanyak 629 wanita dan anak perempuan asal Pakistan dijual sebagai pengantin kepada pria-pria China selama dua tahun terakhir.
Hal itu terungkap dalam laporan investigasi Associated Press. AP memperoleh daftar ratusan perempuan itu dari tim penyelidik Pakistan yang berupaya membongkar jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mengeksploitasi ratusan perempuan itu.
Tim penyelidik memulai investigasi sejak 2018. Beberapa pernikahan disebut terjadi pada 2018 hingga April 2019.
Baca Juga:
Pejabat Pakistan yang tak ingin diungkap identitasnya yakin ratusan perempuan itu dijual oleh keluarga mereka sendiri atas alasan kebutuhan finansial.
Para orang tua itu menjual anak perempuan mereka pada agen-agen di Pakistan yang bekerja sama dengan agen di China. Para agen itu disebut mengantongi uang hingga US$25-65 ribu dari satu pengantin yang dijual kepada pria China.
Baca Juga:
Namun, hanya US$1.500 saja yang diterima keluarga korban sebagai imbalan.
Pihak berwenang Pakistan menghentikan penyelidikan terhadap kasus tersebut pada Juni tahun ini.
Sejumlah pejabat Pakistan yang mengetahui tentang investigasi itu mengatakan penyelidikan dihentikan dengan alasan takut merusak hubungan bilateral dengan China.
Pada Oktober lalu, pengadilan kota Faisalabad bahkan membebaskan 31 warga China yang didakwa atas kasus TPPO ini. Beberapa wanita korban TPPO tersebut bahkan menolak untuk memberikan kesaksian lagi kepada polisi.
Seorang pejabat pengadilan menuturkan bahwa perempuan-perempuan itu mendapat ancaman atau disuap agar diam.
Pemerintah pusat Pakistan juga disebut berupaya menghalangi penyelidikan dengan memberi tekanan besar kepada pejabat Badan Investigasi Federal (FIA).
"Beberapa pejabat FIA bahkan dipindahkan. Ketika kami mencoba berbicara dengan pemerintah Pakistan, mereka tidak memperhatikan," kata Saleem Iqbal, seorang aktivis dari komunitas Kristen yang kerap membantu orang tua menyelamatkan anak perempuan mereka yang dijual ke China.
Menanggapi laporan itu, China melalui Kementerian Luar Negeri mengaku tidak tahu menahu terkait daftar ratusan perempuan yang menjadi korban TPPO itu.
"Kedua pemerintah, China dan Pakistan, mendukung pembentukan keluarga bahagia antara kedua masyarakat secara sukarela berdasarkan hukum. Di saat bersamaan, China juga tidak memberikan toleransi terhadap pihak-pihak yang terlibat pernikahan ilegal lintas-batas negara," bunyi pernyataan Kemlu China.
Kasus serupa juga terjadi pada perempuan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, hingga Oktober 2019 ada 42 kasus pengantin pesanan terjadi. Sebanyak 36 korban di antaranya berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Puluhan perempuan Indonesia itu dijodohkan dengan pria Tiongkok dengan iming-iming kesejahteraan yang terjamin.
Agen menjanjikan sejumlah uang kepada keluarga sang perempuan sebagai imbalan. Namun, dalam beberapa kasus, uang yang diberikan agen tidak sesuai dengan perjanjian awal dengan alasan dipotong untuk biaya administrasi dan logistik lainnya.
Selepas dipersunting dan dibawa ke China, para perempuan itu juga malah dipekerjakan sebagai buruh dan kerap disiksa.
Pemerintah Indonesia kesulitan untuk membantu atau memulangkan puluhan WNI itu lantaran mereka menikah dengan dokumen dan persyaratan yang sah di mata hukum China. Alhasil proses repatriasi memerlukan izin para suami.
(cnnindonesia.com)
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Stand Bazar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat pada hari pertama pem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi melepas 70 orang kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qura
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan