JAKARTA - Sebagian pasien infeksi virus corona (Covid-19) memiliki gejala yang ringan dan sebagian lain punya gejala yang parah. Para ahli memperkirakan, gen memiliki peranan penting memengaruhi tingkat keparahan Covid-19.
Para ahli kini tengah melakukan penelitian untuk menguji hipotesis tersebut. Peneliti bakal menganalisis dan membandingkan DNA pasien Covid-19 tanpa gejala, gejala ringan, dan gejala parah.
Peneliti menjelaskan, setiap gen di dalam tubuh dapat merespons keberadaan virus dengan cara yang berbeda. Pada kasus Covid-19, studi mendapati gen dapat memerintahkan sel membangun reseptor ACE2 yang menjadi pintu masuk virus corona di dalam tubuh. Gen juga berpengaruh pada pembentukan kekebalan tubuh.
Baca Juga:
"Saya berpendapat bahwa perbedaan genetik adalah faktor kunci kerentanan [seseorang] terhadap pneumonia akut yang parah," kata ahli genetik dari University of Siena, Alessandra Renieri kepada Live Science.
Renieri dan beberapa ahli lainnya saat ini sedang mengumpulkan data genetik pasien Covid-19. Proyek ini dinamai Covid-19 Host Genetics Initiative. Renieri berecana mengumpulkan DNA pasien dari 11 rumah sakit di Italia.
Baca Juga:
Selain Italia, sejumlah negara lainnya ikut berpartisipasi agar penelitian ini memiliki hasil yang akurat.
Peneliti pediatri dari Rockefeller University, Jean-Laurent Casanova juga mengumpulkan DNA pasien di New York, Amerika Serikat. Casanova ingin membuktikan bahwa gen memengaruhi kerentanan orang pada virus corona.
UK Biobank juga ikut mengumpulkan data pasien COVID-19 di Inggris, sedangkan deCode Genetics mengumpulkan DNA pasien di Islandia. Penelitian ini diperkirakan akan membuahkan hasil hingga beberapa pekan ke depan.
(CNNINdonesia.com)