Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
JAKARTA - Studi terbaru tim peneliti di Texas dan California menemukan bahwa penggunaan masker merupakan cara paling efektif mengurangi penyebaran virus corona. Penelitian baru yang diterbitkan di Proceedings of The National Academy of Sciences itu membandingkan tren tingkat infeksi Covid-19 di Italia dan New York sebelum dan setelah penerapan kebijakan wajib pakai masker.
Para peneliti menghitung bahwa pemakaian masker bisa mencegah lebih dari 78 ribu orang di Italia terinfeksi virus corona sepanjang 6 April hingga 9 Mei dan, lebih dari 66 ribu orang di New York antara 17 April hingga 9 Mei.
"Penggunaan masker di ruang publik menunjukkan kesesuaian dengan langkah pencegahan yang paling efektif untuk menghindari penularan antar-manusia, dan ini langkah yang tak mahal, asalkan diikuti dengan karantina dan pemenjaraan sosial serta pelacakan kontak yang simultan," tulis peneliti dikutip dari CNN.
Baca Juga:
Melalui studi tersebut, para peneliti mengukur efektivitas pelbagai strategi untuk menghentikan penyebaran virus yang hingga Minggu (14/6) menginfeksi lebih 7,7 juta orang di dunia. Virus penyebab Covid-19 ini menular melalui percikan liur atau droplet ketika kontak langsung, atau bersin dan batuk dari orang yang terinfeksi.
Untuk menentukan metode penularan yang utama, para peneliti menganalisis tren tingkat infeksi di tiga pusat pandemi antara lain Wuhan di China, Italia dan Kota New York. Mereka mengalami langkah-langkah mitigasi yang digunakan masing-masing negara seperti pengujian ekstensif, karantina, pelacakan kontak, penerapan jarak fisik hingga perintah wajib menggunakan masker.
Baca Juga:
Para peneliti lantas membandingkan waktu kapan langkah pencegahan itu diterapkan. Di China, seluruh langkah itu diberlakukan pada saat yang bersamaan. Sedangkan di Italia dan New York pelbagai upaya pencegahan itu dilakukan pada waktu yang berbeda-beda.
Tim peneliti menemukan tingkat infeksi di Italia dan Kota New York baru melambat setelah kebijakan pemakaian wajib masker diberlakukan, bukan ketika penguncian wilayah (lockdown) diterapkan.
"Penutup wajah atau masker mencegah penularan melalui udara dengan menghalangi virus yang terbawa aerosol dan mencegah transmisi kontak melalui tetesan droplet," terang peneliti lagi.
Kendati begitu penerapan kebijakan wajib pakai masker tetap harus dibarengi dengan menjaga jarak, karantina dan isolasi mandiri, perilaku hidup bersih dan sehat seperti memastikan kebersihan tangan, dan pelacakan kontak. Tim riset ini terdiri atas lima peneliti dari Texas A&M University, University of California dan, California Institute of Technology.

Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
(CNNIndonesia.com)
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Stand Bazar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat pada hari pertama pem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi melepas 70 orang kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qura
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan