Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
JAKARTA - Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) Erlina Burhan merinci, sejumlah ciri kelompok orang yang tidak bisa divaksin Covid-19. Salah satunya, mereka yang termasuk golongan penyintas Covid-19 atau yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona.
"Tidak boleh divaksin kalau pernah terkena Covid-19," kata Erlina saat konferensi pers Update Perkembangan Vaksinasi yang disiarkan di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Sabtu (23/1/2021).
Menurut dia, jika ada anggota keluarga serumah yang menderita Covid-19, anggota keluarga tersebut juga harus dites dahulu, apakah memiliki hasil tes positif Covid-19. Sebab jika termasuk kategori suspek, maka anggota keluarga tersebut harus dinyatakan negatif atau dinyatakan ditunda untuk divaksin.
Baca Juga:
"Dia harus dipastikan dulu tidak kena Covid-19 tapi pasti karena sudah ada yang positif. Jadi dia harus dipastikan," jelas Erlina.
Erlina menambahkan, kelompok yang tidak bisa menerima vaksin adalah mereka yang sedang dalam terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, juga mereka yang memiliki gejala Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam 7 hari terakhir.
Baca Juga:
"Orang memiliki riwayat alergi berat setelah divaksin juga tidak bisa diberikan vaksin. Tekanan darahnya juga harus normal, 140 per 90," rinci dia.
Erlina juga menyatakan, ibu hamil atau yang sedang menyusui juga tidak boleh divaksin. Terlebih, mereka yang memiliki riwayat penyakit komorbid atau penyerta, seperti jantung, ginjal, kanker, dan saluran pencernaan kronis tidak boleh divaksin.
"Orang yang memiliki penyakit autoimun sistemik, imunokompromais, dan rematik autoimun juga tidak bisa diberikan vaksin," ungkap dia.
Kemudian orang yang memiliki kelainan darah serta penerima transfusi darah, dan hipertiroid atau hipotiroid juga tidak masuk ke dalam kategori orang yang bisa divaksin.
Erlina menambahkan, selain kelompok orang yang tidak bisa divaksin, juga ada kelompok orang yang masuk ke dalam kategori ditunda vaksinasinya. Mereka adalah, kelompok orang yang saat dites suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius.
"Mereka ditunda sampai sembuh dan terbukti tidak menerima Covid-19," kata dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan itu.
Sementara itu, imbuh Erlina, para penderita asma, tuberkulosis, serta penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) juga termasuk kelompok yang tertunda vaksinasinya.
"Penderita penyakit paru yang termasuk ke dalam infeksi berat atau serangan akut, vaksinasi ditunda sampai kondisinya terkontrol dengan baik," dia menandasi.
(sumber: liputan6.com)
Bupati Siak Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing
Pemerintahan
Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Stand Bazar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat pada hari pertama pem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi melepas 70 orang kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qura
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Time respons atau waktu respons dari Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 di Kota Pekanbaru terus dioptimalkan. Waktu resp
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perbaikan ruas Jalan Simpang MinasSimpang PemdaSimpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau mulai dilaksanaka
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMAN 8 Pekanbaru pada ajang Senior High School Olympiade tingkat nasional
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang dan seti
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Lingkungan