Kamis, 30 April 2026 WIB

Kasus Covid-19 Meledak, Disarankan Pakai Masker Double

Harijal - Kamis, 10 Juni 2021 22:54 WIB
Kasus Covid-19 Meledak, Disarankan Pakai Masker Double
Foto: Penumpang KRL di Stasiun Manggarai (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

JAKARTA - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS, Centers for Disease Control and Prevention(CDC) merekomendasikan penggunaan masker dobel karena dianggap mampu menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 90%.

CDC juga mengungkapkan, pengunaan masker rangkap dapat meningkatkan filtrasi atau penyaringan udara yang dihirup dan dihembuskan. Ini dipercaya efektif karena masker rangkap menggandakan lapisan material yang harus dilalui oleh tetesan droplet ketika berbicara, batuk, bersin, atau berbicara.

Pada Februari lalu CDC juga mengungkapkan masker bedah dan masker kain di atasnya dapat membantu mengurangi risiko paparan Covid-19 secara signifikan.

Baca Juga:

Namun, penggunaan masker dobel ini harus ada beberapa aturan yang diperhatikan. Salah satunya, tidak boleh menggunakan dua masker medis secara bersamaan. Jika ingin menggunakan masker rangkap, gunakan masker medis dengan masker berbahan kain.

Saat memilih masker kain, pilih salah satu yang memiliki setidaknya dua atau tiga lapis kain. Para peneliti CDC menemukan bahwa hanya memakai satu masker, baik masker bedah atau kain, menghalangi lebih dari 40% partikel dari simulasi pernapasan.

Baca Juga:

Namun penggunaan dua masker bedah dan kain dapat memblokir sekitar 80% partikel. "Dengan menyatukan sudut dan loop telinga di setiap sisi, menyatukan loop telinga di tempat mereka menempel ke masker, dan kemudian menyelipkan dan meratakan bahan masker ekstra yang dihasilkan untuk meminimalkan celah samping," kata CDC.

CDC juga menemukan bahwa ketika kedua orang mengenakan masker yang diikat dan terselip, sekitar 96% partikel dapat diblokir. Ketika salah satu orang mengenakan masker yang diikat dan terselip dan yang lainnya tidak, lebih dari 60% partikel dapat diblokir.

Sebagai informasi, kasus positif Covid-19 di Indonesia hari ini meningkat tajam dibanding hari sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI Kamis (10/6/2021) hingga pukul 12.00 WIB, pertambahan kasus positif harian sebanyak 8.892 menjadi 1,88 juta.

Kasus aktif naik 3.020 menjadi 104.655. Sementara itu sebanyak 110.623 spesimen diperiksa dan ada 102.824 suspek. Kabar baiknya, kesembuhan tercatat mengalami kenaikan. tercatat ada 5.661 kasus sembuh di mana total kesembuhan bertambah menjadi 1,72 juta.

Sayangnya, angka kematian belum bisa dihindari. tercatat terjadi kenaikan angka kematian, bertambah 211 menjadi 52.373 kasus kematian. Berdasarkan data, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus positif tertinggi. Ada 2.091 kasus positif di DKI sehingga jumlahnya secara kesleuruhan menjadi 440.554.

Jawa Barat dan Jawa Tengah juga mencatat kasus lebih dari seribu. Masing-masing pertambahan kasus positif di wilayah tersebut adalah 1.334 dan 1.535. Adapun kasus kematian tertinggi berada di jawa tengah. Ada 58 kasus kematian dalam sehari di provinsi tersebut.

(sumber: CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal
komentar
beritaTerbaru