Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Redaksi - Minggu, 26 April 2026 20:44 WIB
Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus
Pelaku saat digelandang ke kantor polisi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Tindak kekerasan disertai pemerasan yang diduga melibatkandebt collector, terjadi di Pekanbaru, tepatnya di sebuah kedai kopi di Jalan Belimbing, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (25/4/2026). Polisi berhasil meringkus empat pelaku.

Tim gabungan Resmob Polda Riau bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru mengamankan empat pria berinisial AD, DO, DA, dan HS.

"Kami telah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan dan pemerasan tersebut," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, Ahad (26/4/2026).

Baca Juga:

Tim gabungan saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga turut terlibat.

Kombes Hasyim mengatakan, penangkapan terhadap para pelaku merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum serta pemerasan.

Baca Juga:

Kejadian bermula saat korban Sayuti Malik Panai (56) yang diberi kuasa oleh pemilik kendaraan bernama Aldela, diberhentikan secara paksa oleh sekelompok orang yang mengaku sebagaidebt collectordari salah satu perusahaan pembiayaan.

Tidak hanya menguasai kendaraan, para pelaku juga diduga meminta sejumlah uang kepada pihak korban.

Karena diberi kuasa, korban kemudian mencoba melakukan mediasi dengan para pelaku. Namun, situasi justru memanas hingga terjadi cekcok mulut berujung penganiayaan hingga korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan menggunakan tangan dan kursi.

Tidak terima atas penganiayaan dan dugaan pemerasan tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Pekanbaru.

"Perlu kami tegaskan, tidak ada mekanisme penarikan kendaraan oleh pihak pembiayaan yang dibenarkan dilakukan secara paksa di jalan, apalagi disertai kekerasan. Tindakan seperti ini masuk kategori tindak pidana dan akan kami tindak tegas," tegas Hasyim.

Selain menangkap para pelaku, tim gabungan juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Fortuner yang sebelumnya dikuasai pelaku.

"Kami masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini," ujar Kombes Hasyim.

Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan praktik serupa. Pihaknya memastikan akan melakukan penegakan hukum secara profesional tanpa kompromi terhadap segala bentuk kekerasan.

"Kami tegaskan bahwa Polda Riau tidak akan memberikan ruang terhadap praktik premanisme berkedok penagihan utang yang meresahkan masyarakat," tutup Kombes Hasyim.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya
Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas
Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Seorang Pria di Teluk Meranti Diringkus Polisi
Diduga Dianiaya Rekan Kerja, Karyawan PT SAM II Tewas
Jadi Narasumber Podcast PWI, Kepala Bakom RI Bahas Urgensi Perlindungan Media dan Regulasi Sosmed
Bongkar Dugaan Pemerasan di Polda Sumsel, Wilson Lalengke: Ada Indikasi Keterlibatan Jajaran Atasan!
komentar
beritaTerbaru