Jumat, 12 Juni 2026 WIB

AS Deteksi Penyakit Flu Burung Perdana di Babi

Redaksi - Kamis, 31 Oktober 2024 18:01 WIB
AS Deteksi Penyakit Flu Burung Perdana di Babi
Foto: Ilustrasi babi merah (Freepik)
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi fluburung H5N1 pada seekor babidi sebuah peternakan di halaman belakang rumah, di negara bagian Oregon. Departemen Pertanian AS (USDA) menyebut ini adalah kasus pertama virus H5N1 pada binatang tersebut.

USDA mengatakan babi dan unggas yang ada telah dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus. Pengujian tambahan juga akan dilakukan.

Lembaga itu menyebut peternakan telah dikarantina. Hewan lain yang ada di sana juga sedang diawasi termasuk domba maupun kambing.

Baca Juga:

"Tidak ada risiko terhadap pasokan daging babi nasional dari kasus tersebut," kata lembaga itu lagi dikutip Reuters, Kamis (31/10/2024) seraya menegaskan bahwa risiko terhadap masyarakat dari fluburung tetap rendah.

"Kasus babi berasal dari burung liar dan bukan dari peternakan unggas atau sapi perah," tambah juru bicara USDA merujuk migrasi burung liar telah membawa fluburung ke kawanan unggas dan ternak sapi.

Baca Juga:

Babi merupakan hewan yang sangat dikhawatirkan dalam penyebaran fluburung karena dapat terinfeksi bersama virus burung dan manusia. Di mana virus dapat bertukar gen untuk membentuk virus baru yang lebih berbahaya yang dapat lebih mudah menginfeksi manusia.

Tahun 2009-2010 misalnya, babi merupakan sumber pandemi flu H1N1 awal. Hewan ini pun telah diduga sebagai sumber sejumlah penyakit lainnya.

Hal ini pun merujuk pernyataan ahli virus Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude, Richard Webby, yang mempelajari flu pada hewan dan burung untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, penemuan virus di peternakan kecil membuat infeksi babi tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan jika terdeteksidi peternakan babi komersial.

"Saya pikir itu mungkin tidak terlalu meningkatkan risiko, tetapi pasti, jika virus ini mulai menular pada babi, itu benar-benar meningkatkan risiko," katanya.

Di AS sendiri, tahun ini, 36 orang dinyatakan positif fluburung karena virus tersebut telah menyebar ke hampir 400 peternakan sapi perah. Semua kecuali satu orang adalah pekerja peternakan yang diketahui pernah melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Sejak 2022, virus tersebut telah memusnahkan lebih dari 100 juta unggas. Ini menjadi wabah fluburung terburuk yang pernah terjadidi negara tersebut.(sumber)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ketahanan Pangan Polsek Kandis, Hamparan Jagung Tumbuh Subur dan Berkembang dengan Baik
Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Berikan Solusi
Perkuat Sinergi Informasi, Kapuspen TNI Gelar Dialog Bersama Insan Pers
Mediasi Sengketa Informasi Disdik Riau dan Zonny Hundri Capai Kesepakatan
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
komentar
beritaTerbaru