Selasa, 11 Agustus 2026 WIB

AS Deteksi Penyakit Flu Burung Perdana di Babi

Redaksi - Kamis, 31 Oktober 2024 18:01 WIB
AS Deteksi Penyakit Flu Burung Perdana di Babi
Foto: Ilustrasi babi merah (Freepik)
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi fluburung H5N1 pada seekor babidi sebuah peternakan di halaman belakang rumah, di negara bagian Oregon. Departemen Pertanian AS (USDA) menyebut ini adalah kasus pertama virus H5N1 pada binatang tersebut.

USDA mengatakan babi dan unggas yang ada telah dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus. Pengujian tambahan juga akan dilakukan.

Lembaga itu menyebut peternakan telah dikarantina. Hewan lain yang ada di sana juga sedang diawasi termasuk domba maupun kambing.

Baca Juga:

"Tidak ada risiko terhadap pasokan daging babi nasional dari kasus tersebut," kata lembaga itu lagi dikutip Reuters, Kamis (31/10/2024) seraya menegaskan bahwa risiko terhadap masyarakat dari fluburung tetap rendah.

"Kasus babi berasal dari burung liar dan bukan dari peternakan unggas atau sapi perah," tambah juru bicara USDA merujuk migrasi burung liar telah membawa fluburung ke kawanan unggas dan ternak sapi.

Baca Juga:

Babi merupakan hewan yang sangat dikhawatirkan dalam penyebaran fluburung karena dapat terinfeksi bersama virus burung dan manusia. Di mana virus dapat bertukar gen untuk membentuk virus baru yang lebih berbahaya yang dapat lebih mudah menginfeksi manusia.

Tahun 2009-2010 misalnya, babi merupakan sumber pandemi flu H1N1 awal. Hewan ini pun telah diduga sebagai sumber sejumlah penyakit lainnya.

Hal ini pun merujuk pernyataan ahli virus Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude, Richard Webby, yang mempelajari flu pada hewan dan burung untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, penemuan virus di peternakan kecil membuat infeksi babi tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan jika terdeteksidi peternakan babi komersial.

"Saya pikir itu mungkin tidak terlalu meningkatkan risiko, tetapi pasti, jika virus ini mulai menular pada babi, itu benar-benar meningkatkan risiko," katanya.

Di AS sendiri, tahun ini, 36 orang dinyatakan positif fluburung karena virus tersebut telah menyebar ke hampir 400 peternakan sapi perah. Semua kecuali satu orang adalah pekerja peternakan yang diketahui pernah melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Sejak 2022, virus tersebut telah memusnahkan lebih dari 100 juta unggas. Ini menjadi wabah fluburung terburuk yang pernah terjadidi negara tersebut.(sumber)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bakar Ranting untuk Usir Nyamuk, Lahan 1,5 Hektare di Inhu Malah Terbakar, Pensiunan Diamankan Polisi
Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Hadir di Panipahan, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
Dari Perkebunan Petani Jambai Makmur, Polsek Kandis Kembangkan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Sepanjang 5 Kilometer yang Membelah HSM Rimbang Baling Diduga Didanai Residivis Perambahan Hutan
Ekspedisi Merah Putih Tanam Ribuan Mangrove dan Serahkan Bantuan Nelayan di Pulau Rupat
Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
komentar
beritaTerbaru