Selasa, 22 September 2026 WIB

Terdapat 25 Kasus Difteri, Diskes Imunisasi Ulang 11.330 Orang

Harijal - Minggu, 05 Februari 2017 11:00 WIB
Terdapat 25 Kasus Difteri, Diskes Imunisasi Ulang 11.330 Orang
Ilustrasi

BENGKALIS, kabarmelayu.com - Difteri penyakit disebabkan bakteri Corinebacterium Difteria (CD) ditemukan di Kabupaten Bengkalis pada 22 Agustus 2016 lalu. Penyakit ini menyerang seorang siswa SD Mutiara, Kecamatan Pinggir. Sampai saat ini total kasus Difteri di Kabupaten Bengkalis sudah menjangkiti 25 orang.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalain Penyakit Alwizar beberapa hari lalu.

Berbagai upaya dilakukan Diskes Bengkalis agar penyakit tersebut tak terus menular. Seperti melakukan imunisasi ulang terhadap anak-anak dan remaja yang rentan terhadap penyakit difteri.

Baca Juga:

"Upaya yang dilakukan meliputi tiga langkah, yaitu penemuan dan pelacakan kasus secara aktif oleh petugas Puskesmas termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit pemerintah dan swasta, kemudian mengirimkan laporan W1 (Wabah) ke Dinas Kesehatan," kata Alwizar.

Selain merawat penderita dengan memberikan obat profilaksis dan eritromicine untuk mematikan bakteri pada penderita. Diskes juga menyarankan agar dilakukan imunisasi ulang pada kontak erat, yaitu kelurga penderita dan teman bermainnya. Pemberian imunisasi ulang ini disebut Outbreak Responsibility Imunization (ORI).

Baca Juga:

"Sampai saat ini kita (Diskes) telah melakukan imunisasi ulang terhadap 11.330 orang kontak erat penderita pada di Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir tersebut," terang Alwizar.(rr)

SHARE:
beritaTerkait
Diduga Rp500 Juta untuk Cari Proyek Pemerintah, Kini Muncul Permintaan Rp1,3 Miliar
Syiar Dakwah, Azwendi Fajri Dukung Penuh Bengkel Da'i
Soal Konflik Lahan di Rupat, Pemkab Bengkalis Buka Audiensi dengan Masyarakat
Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting
Legislator PKS Minta 30 Korporasi Karhutla Ditindak Tegas
Ekosistem Kendaraan Listrik Didorong Tak Berhenti di Pabrik
komentar
beritaTerbaru