Kamis, 22 Oktober 2026 WIB

35.910 Warga Riau Terpapar ISPA, Pekanbaru Terbanyak

Redaksi - Kamis, 22 Oktober 2026 11:59 WIB
35.910 Warga Riau Terpapar ISPA, Pekanbaru Terbanyak
Warga di Pekanbaru di tengah kabut asap beberapa waktu lalu.(Foto: Andi)
kabarmelayu.com,PEKANBARU – Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat total sudah ada 35.910 masyarakat Riau terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga saat ini yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi yaitu 10.020 kasus. Disusul Kabupaten Kampar 4.830 kasus, Bengkalis 4.382 kasus.

"Kemudian Kota Dumai 3.413 kasus, Siak 3.675 kasus, Pelalawan 2.227 kasus, Kuansing 1.355 kasus, Indragiri Hulu 1.810 kasus, Kepulauan Meranti 2.816 kasus, Rokan Hulu 987 kasus, Rokan Hilir 311 kasus dan Indragiri Hilir 84 kasus," katanya.

Baca Juga:

Meski terjadi kenaikan kasus ISPA, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.

Guna menekan dampak buruk kasus ISPA akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini, Diskes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

Baca Juga:

"Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak," sebutnya.

Diskes Riau juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia," katanya.

Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara.

"Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota," tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih mengatakan, untuk kasus ISPA tersebut hingga saat ini tidak ada yang sampai di rawat di RSUD Arifin Achmad. Para pasien penderita ISPA tersebut hanya melakukan pengobatan di Puskesmas hingga rumah sakit tipe C.

"Untuk kasus ISPA masyarakat hanya berobat di Puskesmas dan rumah sakit tipe C, tidak sampai ke RSUD," sebutnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
3.983 Hotspot Tersebar di Sumatera, Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat
Sejak 24 Agustus 2026, Saat ini 13.850 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Terpapar Kabut Asap
Hotspot Sumatera 1.381 Titik Pagi Ini, Atmosfer Pekanbaru Tidak Sehat
2 424 Titik Panas di Sumatera Pagi Ini, Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat
Apel HSN XII 2026 di Pekanbaru di Tengah Kabut Asap, Lingkungan dan Masyarakat Riau Butuh Kepedulian
Udara Masih Tidak Sehat, Senin Besok Siswa Pekanbaru Kembali Tatap Muka di Sekolah
komentar
beritaTerbaru