Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Buka Seminar Kebidanan, Bupati Suyatno: Bidan Harus Siap Dipanggil 24 Jam

Harijal - Kamis, 14 September 2017 19:51 WIB
Buka Seminar Kebidanan, Bupati Suyatno: Bidan Harus Siap Dipanggil 24 Jam
dw/rec
Bupati foto bersama Forkopimda saat acara HUT IBI ke 66 dan Seminar Ilmiah

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno mengatakan bahwa peranan tenaga medis bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sangatlah penting, karena itu setiap bidan harus siap memberikan pelayanan selama 24 jam.

“Bidan harus siap dipanggil 24 jam, karena proses melayani seorang ibu hamil itu tidak bisa kita menentukan waktunya,” ujar Suyatno usai membuka Seminar Ilmiah Kebidanan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ke-66 Tahun 2017, di Gedung Serbaguna Bagansiapiapi, Rabu (13/9) lalu.

Seminar Ilmiah Kebidanan itu dihadiri Ketua DPRD Rohil H. Nasrudin Hasan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Riau Hj Kasmarni, Sekretaris Daerah Drs. H. Surya Arfan M.Si, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) IBI Rohil Rita Zahara, serta para Ketua Organisasi Wanita.

Baca Juga:

Bupati mengatakan, pengabdian bidan harus dilakukan dengan rasa ketulusan dan keikhlasan. “Artinya mulai dari pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan hingga rujukan, bidan harus mengabdi secara hati nurani,” ucapnya. Selain itu, lanjutnya, bidan juga harus profesionalitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya mengharapkan bidan yang ada di Rohil ini agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang membutuhkan. Nah, ilmu yang mereka miliki sekarang ini perlu ditingkatkan lagi, makanya seminar yang dilaksanakan ini sangatlah penting dalam rangka menambah wawasan mereka,” kata Bupati.

Baca Juga:

Di Hari Jadi yang ke-66 ini, menurutnya merupakan momentum yang sangat baik bagi tenaga medis bidan, dengan harapan IBI Rohil tetap jaya selalu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Apapun bentuknya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak pandang bulu. Miskin kah, kaya kah dia, maupun orang yang tidak punya sama sekali, yang namanya masyarakat ingin membutuhkan sesuatu di RSUD/ Puskesmas merupakan kewajiban para tenaga medis. Jangan sampai kasus (Bayi Debora) terjadi di Rohil ini, jangan gara-gara uang sedikit anak meninggal dunia, ini tidak boleh dan itu bukanlah citra seorang bidan,” katanya mengingatkan.(dw)

SHARE:
beritaTerkait
Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latsarmil
Siap Berlaga, Utusan Bengkalis pada MTQ ke-44 Riau di Kuansing Tuntas Registrasi Ulang
Bupati Inhil Hadiri Malam Ta’aruf dan Pelantikan Dewan Hakim MTQ Ke -44 Tingkat Provinsi Riau 2026
komentar
beritaTerbaru