Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Beralih ke Rokok Elektrik Tak Menjamin Kesehatan Aman 100 Persen

Harijal - Sabtu, 27 Januari 2018 18:29 WIB
Beralih ke Rokok Elektrik Tak Menjamin Kesehatan Aman 100 Persen
ist.

ROKOK elektrik atau yang dikenal dengan sebutan vape dianggap sebagai solusi yang dapat membantu ketergantungan perokok aktif dari kecanduan nikotin. Namun, apakah benar dengan mengganti rokok biasa dengan vape kesehatan dapat dipastikan aman 100 persen?

Berdasarkan penjelasan Dr. drg, Amalya, MSc., PhD., selaku Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia (YKPK Indonesia), adanya vape diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pecandu rokok yang ingin berhenti dari kecanduan nikotin yang merupakan zat berbahaya.

"Nikotin yang terkandung dalam rokok mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan. Seperti berbagai jenis batuk, jantung, paru-paru, kanker, dan lain sebagainya. Pembakarannya menghasilkan ‘sampah’ yang masuk ke tubuh," ungkap dokter Amalya saat ditemui Okezone dalam acara bertajuk Asap VS Uap yang digelar Radio Trijaya, Sabtu (27/1/2018).

Baca Juga:

Hasil akhir dari menghisap vape dan rokok pun berbeda. Rokok biasa menghasilkan asap yang mengandung 4000 zat berbahaya, salah satunya tar, zat yang juga dihasilkan dari pembakaran kayu, batu bara, dan knalpot kendaraan bermotor.

Sedangkan bila menghisap vape, ‘sampahnya’ tidak banyak yang masuk ke dalam tubuh karena prosesnya tidak melalui pembakaran menghasilkan zat berbahaya bagi tubuh, yaitu tar yang tadi telah disebutkan. Hasil akhir dari proses hisap wujudnya berupa uap. Namun bukan berarti menghisap vape dijamin aman 100 persen bagi kesehatan.

Baca Juga:

"Rokok elektrik tetap mengandung nikotin. Hanya saja bila bahaya kesehatan yang ditimbulkan dari rokok biasa adalah 100 persen, maka bahaya kesehatan dari menghisap vape berkurang 95 persen. Berarti risikonya bagi kesehatan hanya 5 persen," jelasnya lebih lanjut.

Ini bukan menunjukkan vape dijamin aman bagi kesehatan. Vape tetap berisiko hanya persentasenya saja yang berkurang. Setidaknya vape sedikit lebih aman sehingga membantu orang-orang kecanduan rokok yang ingin berhenti tapi susah.

Akan tetapi, kemunculan vape yang dianggap sebagai solusi mudah untuk membantu orang berhenti merokok, nyatanya justru menjadi gerbang masuk perokok baru, yang mana mereka coba-coba merokok diawali dengan menghisap vape.

"Kalau vape dipakai untuk pilihan alternatif bagi yang ingin merokok itu tidak boleh. Tujuan vape sangat mulia, yaitu membantu orang yang kecanduan rokok. Sebaiknya dipergunakan untuk perokok yang mau berhenti," imbaunya.

Dokter Amalya membantah vape dianggap sebagai gerbang masuknya perokok baru. “Nasional Academic of Amerika menyebut bahwa vape tidak menjadi pemicu memulainya perokok baru," tukasnya.


(okezone.com)

SHARE:
beritaTerkait
24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang
Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latsarmil
Siap Berlaga, Utusan Bengkalis pada MTQ ke-44 Riau di Kuansing Tuntas Registrasi Ulang
komentar
beritaTerbaru