Kesebelasan UPT SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara II Kejuaraan Sepakbola Pulau Bayur 2026 Antar SSB Se-Riau
UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, tak hentihentinya mengukir pre
Pendidikan
JAKARTA - Belum lama ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta PT Pharos Indonesia, produsen Viostin DS dan PT Medifarma Laboratories, produsen Enzyplex untuk menarik produk mereka. Dalam keterangan resminya, BPOM menyatakan bahwa kedua produk tersebut positif mengandung DNA babi.
Dari penelusuran CNNIndonesia.com, sejumlah apotek memang sudah tak lagi ada Viostin DS, tapi masih beredar suplemen Enzyplex. Salah satu apotek di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan ditemukan tidak lagi menjual Viostin DS. Apoteker yang bertugas mengatakan produk tersebut sudah ditarik sejak seminggu yang lalu.
“Pharos kemarin langsung cepat (melakukan penarikan). Kalau Enzyplex belum,” katanya saat ditemui di apotek, Kamis (1/2).
Baca Juga:
Ia menjelaskan, seluruh produk Viostin DS ditarik oleh produsen tanpa pandang bulu. Artinya, baik bets yang diminta oleh BPOM atau bukan, produsen menarik produk secara keseluruhan. Padahal, BPOM hanya meminta produsen menarik Viostin DS dengan nomor izin edar/NIE POM SD.051523771, bets BN C6K994H. Sedangkan untuk produk Enzyplex, ia mengatakan belum mendapat surat edaran atau informasi resmi mengenai penarikan produk.
“Kalau dari kami, kalau belum ada info resmi, kami melakukan penjualan seperti biasa,” tambahnya.
Baca Juga:
Kedua obat ini, baik Viostin DS dan Enzyplex, menurutnya sama-sama banyak dicari konsumen. Viostin DS banyak dikenal publik karena promosinya melalui iklan. Untuk Enzyplex, katanya, lumayan laku karena untuk keluhan perut kembung, konsumen lebih memilih obat ini.
Pihaknya pun selalu menyarankan konsumen untuk mengonsumsi obat lain dengan fungsi serupa. Meski apotek ini membuka cabang di berbagai daerah, ia menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah penarikan sudah dilakukan pada apotek cabang yang lain.
Kondisi berbeda ditemukan di apotek yang terletak di Jalan Pancoran Barat 7, Pancoran, Jakarta Selatan. Tenaga teknis kefarmasian apotek di sana berkata kedua produk sudah ditarik oleh produsen sejak sebulan lalu.
“Di sini semuanya ditarik, tapi kurang tahu kalau batch-nya,” ujarnya.
Ia berkata bahwa baik Viostin DS maupun Enzyplex banyak dicari konsumen. Konsumen tertarik karena iklan Viostin DS yang beredar di media elektronik. Enzyplex sendiri banyak diresepkan oleh dokter yang membuka praktik tak jauh dari apotek.
“Beberapa hari ini masih ada yang cari, tapi kami mencoba kasih pengertian untuk beralih ke obat lain,” tambahnya.
Sementara itu, di Apotek di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, kedua produk sudah ditarik oleh produsen. Menurut salah satu staff, penarikan telah dilakukan sejak dua pekan yang lalu.
Sebelumnya, BPOM mengeluarkan surat resmi terkait penarikan produk. Pada Selasa (30/1) malam, BPOM menyampaikan sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia (nomor izin edar/NIE POM SD.051523771, bets BN C6K994H), dan tablet Enzyplex produksi PT Medifarma Laboratories (NIE DBL7214704016A1, bets 16185101).
Enzyplex adalah obat lambung dan saluran cerna yang mengandung enzim-enzim pencernaan, multivitamin dan mineral untuk melancarkan pencernaan dan metabolisme. Sementara, viostin DS merupakan suplemen makanan yang digunakan untuk meringankan osteoarthritis, rematik, dan gangguan pada persendian dan tulang rawan.
Pihak PT Pharos Indonesia mengungkapkan telah menarik produk Viostin DS dari berbagai wilayah di Indonesia. Sementara, CNNIndonesia.com telah menghubungi pihak PT Medifarma Laboratories untuk mendapatkan tanggapan, tapi hingga berita ini diturunkan belum memberi respons.
(cnnindonesia.com)
UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, tak hentihentinya mengukir pre
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Suasana religius sekaligus penuh budaya menyambut kedatangan Camat Kulim Fajri Adha S.STP., M.Si. bersama romb
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sempat di level Baik, malam ini kualitas udara di Pekanbaru masuk naik ke level berbahaya, Ahad (20/9/2026) puku
Lingkungan
TNI Gelar Pameran Alutsista Tiga Matra di Silang Monas
TNI/Polri
Launching Siak Half Marathon 2026, Syamsurizal Mampu Promosikan Kabupaten Siak Melalui Olahraga
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT bersama Ketua TP PKK Kabupaten Inhil yang juga Bunda PAUD sekaligus
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus diperkuat. Pemerintah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Fasilitas panel penerangan jalan umum (PJU) yang tersebar di Pekanbaru, rawan dicuri. Terakhir, dalam pekan ini
Sosial
Pendidikan Gratis SD hingga PTN, Prof. Didik Gerakan Baru Prabowo Tinggal Melanjutkan Fondasi yang Sudah Ada
Article
Polisi Tangkap Buronan Kasus Karhutla di Siak, Sempat Halangi Pemadaman
Hukrim