Minggu, 28 Juni 2026 WIB

ASI tidak Mengenal Kedaluwarsa

Harijal - Senin, 20 Agustus 2018 10:35 WIB
ASI tidak Mengenal Kedaluwarsa
ist.

Tubuh ibu sudah dirancang untuk menyusui bahkan di luar masa minimal yang dianjurkan.

JAKARTA - Menyusui berefek positif pada ibu. Menurut para ahli, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium, mengurangi pendarahan setelah persalinan, serta membakar kalori.

ASI dikemas dengan nutrisi yang mendorong sistem kekebalan tubuh dan memastikan bayi terlindung dari ancaman sindrom kematian mendadak (SIDS), infeksi telinga tengah, diabetes, dan risiko gangguan psikologis. Pakar kesehatan di SL Raheja Hospital India, Asmita Mahajan mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama usia bayi.

Baca Juga:

Setelah enam bulan, ASI dilanjutkan minimal satu tahun ditambah makanan pendamping ASI (MPASI). Setelah itu, jika bayi dan ibu memilih ingin melanjutkan menyusui, maka bisa dilakukan hingga usia dua tahun atau lebih.

Tahap menyapih juga berbeda dialami masing-masing ibu. Ibu rumah tangga yang kesehariannya di rumah biasanya dapat menyusui bayinya lebih lama. Ibu pekerja mungkin lebih cepat berhenti menyusui bayinya, namun tetap bisa menyuplai ASI jika si kecil masih menginginkan.

Baca Juga:

"Menyusui adalah kekuatan super ibu dan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya. ASI tidak mengenal kedaluwarsa dan tak akan kehilangan nilai nutrisinya, bahkan setelah diberikan lama. Itu bergantung kenyamanan ibu dan anak, selama masa menyusui satu hingga tiga tahun," kata Ahli Obstetri dan Ginekolog di Fortis Hospital, Kalyan, Sushma Tomar, dilansir di Mid Day, Senin (20/8).

Tomar menyimpulkan tubuh ibu sudah dirancang untuk menyusui bahkan di luar masa minimal yang dianjurkan. Inilah mengapa ASI tak mengenal tanggal kedaluwarsa sehingga bergantung pada berapa lama ibu dan anak ingin melanjutkan menyusui. 


(republika.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang
Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur
Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latsarmil
Siap Berlaga, Utusan Bengkalis pada MTQ ke-44 Riau di Kuansing Tuntas Registrasi Ulang
komentar
beritaTerbaru