Senin, 21 September 2026 WIB

Kanker Paru Bisa Menyerang Non-perokok

Harijal - Senin, 08 Juli 2019 11:45 WIB
Kanker Paru Bisa Menyerang Non-perokok
Ilustrasi (Foto: Istockphoto/sudok1)

JAKARTA - Meski kerap diasosiasikan dengan penggunaan nikotin, namun kanker paru tak hanya menyerang para perokok. Salah satunya terjadi pada Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo didiagnosis menderita kanker paru sejak Januari 2018. Perlu diketahui, pria yang getol memberikan informasi kebencanaan untuk masyarakat itu bukan seorang perokok.

Akibat kanker paru yang dideritanya, Sutopo mengembuskan napas terakhir di Guangzhou, China, Minggu (7/7) dini hari.

Baca Juga:

Kanker paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 2,09 juta kasus kanker paru terjadi di dunia pada 2018.

Tak selamanya kanker paru terjadi pada seorang perokok. Mengutip Very Well Health, sekitar 10-15 persen kanker paru terjadi pada orang bukan perokok. Sebanyak 50 persen lainnya terjadi pada mantan perokok.

Baca Juga:

Meski bernama sama, namun kanker paru pada seseorang bukan perokok berbeda dalam banyak hal. Adenokarsima adalah jenis kanker yang menyerang paru-paru pada orang bukan perokok. Kanker ini tumbuh di luar paru-paru dan dapat hadir dalam waktu yang lama, bahkan sebelum gejala muncul.

Sesak napas dan rasa mudah lelah hanyalah sebagian dari deretan gejala kanker paru pada non-perokok. Nyeri tulang yang menjalar juga menggambarkan penyebaran kanker ke bagian lain tubuh.

Kanker paru pada non-perokok kerap didiagnosis pada stadium akhir. Sebagaimana Sutopo mendapatkan diagnosis kanker paru stadium empat.

Beberapa hal memicu tumbuhnya sel kanker pada paru seseorang bukan perokok. Paparan gas radon adalah salah satunya. Radon merupakan gas radioaktif yang dihasilkan dari pembusukan uranium, thorium, dan radiom dalam batuan dan tanah. 

National Cancer Institute menyebut, kadar radon akan lebih tinggi pada rumah yang terisolasi dan tak memiliki ventilasi yang baik. "Basement dan lantai pertama rumah umumnya mengandung radon karena paling dekat dengan tanah," tulis NCI pada situs resminya.

Paparan asbes dan status perokok pasif juga disebut sebanyak penyebab muncul kanker paru. Selain itu, kanker paru pada non-perokok juga bisa terjadi akibat faktor genetik. 

Memeriksa kadar radon dan menghindari asap rokok adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kanker paru. Praktik diet seperti olahraga dengan intensitas menengah secara rutin juga disebut mampu menekan risiko kanker paru. 

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Niat Tulus Andi Saing Bangun Desa Teluk Sono, Gayung Bersambut dengan Masyarakat Luas
Kesebelasan UPT SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara II Kejuaraan Sepakbola Pulau Bayur 2026 Antar SSB Se-Riau
MTQ Pebatuan Resmi Dibuka, 101 Kafilah Perebutkan Piala Bergilir
Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya!
TNI Gelar Pameran Alutsista Tiga Matra di Silang Monas
Launching Siak Half Marathon 2026, Syamsurizal: Mampu Promosikan Kabupaten Siak Melalui Olahraga
komentar
beritaTerbaru