Pustu Dendan Klarifikasi Soal Biaya Persalinan Rp10 Juta
kabarmelayu.com,INHIL Terkait keluhan warga soal biaya persalinan mencapai Rp10 juta di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Dendan Lecamatan K
Peristiwa
TAMBANG, kabarmelayu.com - Masyarakat meminta agar pemerintah meluangkan waktu untuk berwisata ke jalan seribu gunung sampah yang berada di Jalan Kubang Raya.
Jalan Kubang Raya yang panjangnya sekitar 16 Km itu membentang di dua wilayah pemerintahan, yaitu sekitar 3 Km merupakan wilayah Pekanbaru, dan sekitar 13 Km wilayah kabupaten Kampar.
Wisata Jalan Seribu Gunung Sampah ini diistilahkan warga yang sudah kesal dengan banyaknya sampah di sepanjang jalan itu. Bukan saja sampah rumah tangga, melainkan juga sampah usaha industri maupun perbengkelan dan lainnya.
Baca Juga:
Karena pemerintah cuek dan tidak ada sanksi bagi pembuang sampah di daerah itu, maka terjadilah gunung-gunung sampah menjadi pemandangan yang sangat menyakitkan mata saat melintasi jalan tersebut.
Memang, selain berlubang mata kita dijejali dengan sampah di sisi kiri-kanan jalan. Mungkin itulah gunung sampah terpanjang di Riau.
Baca Juga:
Menurut Suwarno, warga sekitar menyatakan, beberapa titik sampah baru bermunculan di sepanjang jalan Kubang Raya ini terutama bahu jalan yang tidak ada rumah atau kedai.
Dikatakannya, sampah yang berserakan itu umumnya sampah rumah tangga yang dibuang sambil lewat, atau saat berangkat kerja atau melintas, sedangkan sampah hasil usaha, seperti karung kulit jengkol, ampas tebu, batok air kelapa, perkakas rumah tangga yang sudah hancur, serta ban-ban bekas, dibuang pada malam hari menggunakan kendaraan khusus.
Diterangkannya, yang membuang sampah tersebut tidak diketahui berasal dari mana, karena daerah ini daerah perbatasan kota dan kabupaten Kampar.
"Kita tak tahu warga mana yang buang sampah, Pak. Karena daerah ini perbatasan kota Pekanbaru dan Kampar. Karena banyak warga sini yang tinggal di Kampar, tapi kendaraannya plat kota, jadi susah memastikannya," sebutnya.
Hal senada juga diungkapkan Rina, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari melewati jalan Kubang Raya mengatakan, sampah yang ada di jalan Kubang Raya sangat menganggu kesehatan masyarakat sekitarnya, sebab sampah tersebut mengandung bakteri, dan bau busuk.
Sampah juga mencemarkan lingkungan, lingkungan menjadi tidak bersih, dan jika dibakar sampah di tepi jalan itu sering membahayakan pengendara yang lalu lalang di jalan itu.
"Yah, gimana lagi mas, kalau tak dibakar warga sekitar, sampah semakin menumpuk dan menimbulkan penyakit, tapi kalau dibakar mencemari lingkungan dan membahayakan pengendara. Serba susah solusinya mas, tapi lebih bagus, jangan membuang sampah di jalan," ujar Rina.
Warga lainnya Uncu mengatakan memang gerah dengan kondisi sampah yang ada di sepanjang jalan tersebut. Beberapa waktu lalu bahkan dia melihat sendiri ada yang membuang sampah di lokasi itu menggunakan mobil, namun dia hanya bisa menegur dan meminta sampah tidak dibuang di sekitaran jalan tersebut.
"Iya mereka pergi saat ditegur, perginya tidak jauh dan tetap membuang sampah di sekitaran jalan itu saat kita sudah lengah. Lagian kalau kita tangkap juga tidak ada aturan dari pemerintah. Coba kalau ada aturan, siapa bisa tangkap tangan pelaku buang sampah diberi hadiah dan pelaku yang buang sampah diberi denda, kan bagus kalau bisa tegas begitu," ucap Uncu yang mengaku tinggal di sekitaran jalan Kubang Raya tersebut.
Dia juga menjelaskan, pemerintah selama ini terkesan cuek dengan kondisi gunung-gunung sampah yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari di sepanjang Jalan Kubang Raya. Pemerintah tidak ambil pusing karena yang merasakan dampak adanya sampah itu bukan pemerintah melainkan hanya masyarakat.
"Pemerintah cuek karena rumahnya tidak di sekitar sini, coba rumah pemerintah kita di sekitar sini, pasti gerah juga mereka, bau dan mengancam kesehatan anak-anak kita. Coba deh sesekali pejabat-pejabat itu wisata ke sini melihat gunung sampah, jangan wisatanya ke luar daerah saja terus," pungkasnya.
(datariau.com)
kabarmelayu.com,INHIL Terkait keluhan warga soal biaya persalinan mencapai Rp10 juta di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Dendan Lecamatan K
Peristiwa
kabarmelayu.com,ROHUL Pengembangan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, berujung
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Persoalan agraria, khususnya terkait pengurusan hak atas tanah milik masyarakat, kembali mendapat sorotan. Pemerin
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau bersama organisasi masyarakat mengusulkan pembentukan Satu
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tah
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Pekanbaru terus diger
Pemerintahan
Media sosial dihebohkan dengan temuan bangkai seekor paus yang terdampar di tepian Pantai Bakau Sungai Bahale, Desa
Peristiwa
kabarmelayu.com,ROHIL Tingkatkan silaturrahmi dengan masyarakat, Babinsa Koramil 05/RM Kodim 0321/Rohil, Serka Paimen,melaksanakan anjangs
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Pengawal Penegakan Hukum Riau (LPPH Riau) hadir di Provinsi Riau. Lembaga ini membawa visi memberikan k
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Penertiban kabel jaringan internet yang semrawut di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum s
Sosial