Sempat Membaik, Udara Pekanbaru Kembali di Level Berbahaya Sore Ini
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah berada di level berbahaya pada Jumat (16/10/2026) dan sempat membaik ke level sedang, sore ini Sabtu (17
Lingkungan
PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau mengirim tim ke lokasi konflik harimau sumatera terhadap manusia di Desa Teluk Lanus Kabupaten Siak. Remaja bernama Malta Akfarel (16) dilaporkan tewas usai diterkam harimau dengan kondisi kepala putus dan hilang.
"Tim kami langsung menuju lokasi kejadian," kata Kabid Teknis Balai Besar KSDA Riau, M Mahfud Senin (30/8).
Mahfud meminta agar korban divisum untuk memastikan kondisinya diterkam satwa harimau sumatera atau bukan.
Baca Juga:
"Kami berharap agar korban divisum untuk memastikan apakah korban meninggal karena dimangsa harimau sumatera atau penyebab lainnya," ucap Mahfud.
Mahfud menyampaikan, tim telah menuju ke lokasi dan membawa kandang perangkap untuk melakukan evakuasi bilamana sudah dipastikan korban betul-betul dimangsa harimau sumatera.
Baca Juga:
"Lokasi tempat diterkamnya korban merupakan salah satu kawasan kantong harimau sumatera, jadi di sana sebagian sudah menjadi kawasan hutan tanaman industri perusahaan dan sebagian lagi kebun sawit," kata Mahdud.
Mahfud menghimbau agar masyarakat sekitar lokasi tetap tenang. Dia juga meminta agar warga tidak melakukan tindakan anarkis terhadap harimau sumatera atau satwa lainnya karena dilindungi undang-undang.
"Kita menyarankan agar masyarakat yang melakukan aktivitas tidak sendirian melainkan berkelompok," ucapnya.
Mahfud menjelaskan kronologis tewasnya korban akibat diduga seragan harimau sumatera. Awalnya dia mendapat informasi pada Minggu (29/8) sekitar pukul 18.30 Wib, saat korban bersama dengan tiga orang saudaranya sedang bermain handphone di dermaga Pelabuhan PT Unisraya.
Kemudian, ayah korban bernama Rustam memanggil anak-anaknya untuk menghidupkan genset. Namun, hanya dua anaknya yang sampai di mess dan satunya hilang.
Karena khawatir sang ayah mencari anaknya yang hilang ke dermaga. Karena suasana sudah gelap, akhirnya Rustam kembali ke mess untuk mengambil senter.
"Pukul 19.00 ayah korban melanjutkan pencarian. Namun dia melihat bercak darah dan handphone anaknya sekitar 40 meter dari mess," kata Mahfud.
Rustam bergegas mencari bantuan rekan kerja dan masyarakat sekitar. Tak ingin membuang waktu, Rustam bersama masyarakat mencari keberadaan korban.
Setelah melakukan pencarian, sekitar pukul 23.00 Wib Rustam bersama masyarakat menemukan jasad korban dalam kondisi tanpa kepala dan alat kelamin sekitar 20 meter dari messnya. (MC)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah berada di level berbahaya pada Jumat (16/10/2026) dan sempat membaik ke level sedang, sore ini Sabtu (17
Lingkungan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembang
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Presiden AS Donald Trump melontarkan lelucon mengenai popularitas nama &039Mohammad&039 di dunia Muslim. Leluc
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT., menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebang
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. Syahrul Aidi Maazat, menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (ka
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Hj Sulastri Agung, S. Sos, MH, melalui Wakil Ketu
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Pol
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 11 Pohon tumbang ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Kota Pekanbaru Kamis (15/1
Peristiwa
AKP Noki Pimpin Tim Gabungan Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Memastikan tanaman pangan tumbuh dengan baik menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Sosial