Empat Kecamatan Dukung Munawar Rosidi Sebagai Panglima Tameng Adat LAMR Bengkalis
kabarmelayu.com,BENGKALIS Dukungan terhadap pencalonan Munawar Rosidi sebagai Panglima Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupat
Budaya
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau, telah meningkatkan Jalan Sembilang sepanjang 1,2 Kilometer menjadi dua jalur. Lokasi jalan ini berada di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.
Saat ini progres pengerjaan peningkatan Jalan ini sudah hampir rampung. Mulai dari persimpangan Jalan Sekolah sampai Bundaran Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, M Taufiq OH, mengatakan, peningkatan jalan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun 2020 lalu.
Baca Juga:
Sebelumnya, jalan itu dibangun dari Jembatan Siak IV hingga sampai Jalan Sekolah. Kemudian, tahun ini dilanjutkan sampai bundaran Chevron yang kini PHR.
“Secara umum progres pembangunan jalan Sembilang fisiknya sudah hampir rampung, itu sudah pekerjaan aspal dua jalur. Jalan ini kita [Pemprov Riau] bangun dua jalur, sepanjang 1,2 Km. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini sudah selesai 100 persen,” ujar Taufik OH, Selasa (8/11).
Baca Juga:
Dijelaskan Taufiq, alokasi anggaran pembangunan jalan tersebut sebesar Rp12 miliar. Namun, nilai kontraknya sebesar Rp11,3 miliar. Ditargetkan Desember selesai sesuai dengan kontraknya.
“Kita targetkan pekerjaan selesai akhir Desember sesuai kontraknya. Tapi kita inginnya pekerjaannya secepatnya selesai. Sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun, kita masih ada pekerjaan aspal dan median jalan," jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan tidak adanya tikungan untuk berputar atau U turn, di sepanjang jalan Sembilang yang baru dibangun tersebut, mantan Kadishub Riau ini mengatakan, kondisi itu untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di jalan Sembilang.
“Pembangunan Jalan Sembilang dibangun dua jalur karena saat ini arus lalulintas di kawasan itu cukup padat. Apalagi sejak dibukanya Jembatan Siak IV, arus lalulintas di Jalan Sembilang cukup padat, sehingga terjadi kemacetan. Dengan dibangun jalur dua kita harap dapat mengurai kemacetan," ungkapnya.
“Untuk masukan dari masyarakat agar ada U turn, akan kita kaji dulu apakah bisa dibuat U turn atau tidak. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan lagi. Tapi kita akan kaji lagi untuk membuat U turn nya,” kata Taufik.
Sementara itu, salah seorang warga Rumbai, Rahma mengatakan, ia biasanya melewati jalan Balai Pernikahan Rumbai menuju jalan sembilang untuk mengisi minyak, dan biasanya langsung memutar ke arah SPBU Sembilang. Namun, saat ini harus memutar jauh ke bundaran PHR.
“Harusnya adalah tikungan satu di tengah-tengah, tak payah lagi mutar jauh. Kalau kita isi minyak [bahan bakar di SPBU] jauh kali mutarnya, sampai ke bundaran chevron. Belum lagi kalau kita beli kue untuk anak, lokasinya di seberang jalan ini, mutar lagi jauh. Kami berharap adalah satu tikungannya [U turn] biar tak jauh kali mutar,” ucapnya. (MCR)
kabarmelayu.com,BENGKALIS Dukungan terhadap pencalonan Munawar Rosidi sebagai Panglima Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupat
Budaya
Sesosok Mayat Pria Ditemukan Warga Tergeletak di Tepi Sungai Indragiri
Peristiwa
"Pergerakan angin dari Selatan ini diperkirakan terjadi hingga pertengahan November"
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan berbagai skenario antisipasi guna mengurai antrean panjang kendaraan dan men
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau melaporkan, update monitoring hotspot pukul 07.00 WIB pa
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil membawa pulang prediket juara pada ajang Fest
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Sebanyak 25 siswasiswi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota mengikuti kegiatan Science Competition Expo (SCE) 2026 se
Pendidikan
Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher (PERHATIBKL) Provinsi Riau melakukan kunjungan dan kegiatan di UPT Sekolah
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera sempat nihil (nol) pada sore Selasa (13/10/2026) kemarin. Namun
Lingkungan
Kapolda Riau Tegaskan Polisi Tak Boleh Tunggu Viral, Pelayanan Publik dan Integritas Jadi Prioritas
Hukrim