Kamis, 15 Oktober 2026 WIB

Krisis Iklim Ancam Kehidupan Bumi, Anak Muda Desak BNI Stop Danai Batu Bara

Harijal - Minggu, 27 Februari 2022 15:54 WIB
Krisis Iklim Ancam Kehidupan Bumi, Anak Muda Desak BNI Stop Danai Batu Bara

JAKARTA (27/2/2022) - Laporan terbaru Panel Lintas Pemerintah untuk Perubahan Iklim atau IPCC, jika tidak ada penundaan, akan dirilis di akhir Februari ini.

“Laporan tersebut akan memaparkan bahwa beberapa ekosistem telah mendekati titik kritis akibat dampak dari krisis iklim,” ujar Jeri Asmoro, Indonesia Digital Campaigner 350.Org, “Krisis iklim telah membahayakan kehidupan bumi dan seluruh penghuninya.”

Terkait dengan itulah beberapa komunitas anak muda yang terdiri dari Fossil Free (FF) Jogjakarta, UI, Climate Rangers (CR) Jakarta, BEM UI, BEM FIA UI, dan Jeda Untuk Iklim menggelar aksi Fossil Free BNI pada hari Minggu, 27 Februari 2022.

Baca Juga:

Aksi dilakukan di sekitar gedung BNI Jakarta. BNI menjadi sasaran aksi, karena dinilai menjadi salah satu bank papan atas Indonesia yang masih mendanai batu-bara, penyebab krisis iklim.

Baca Juga:

“BNI harus segera menghantikan pendanaan ke industri energi fosil,” ujar Ginanjar Aryasuta, aktivis Climate Rangers (CR) Jakarta.

Menurut Ginanjar, bencana ekologi akibat krisis iklim sudah di depan mata. "Jangan sampai BNI yang memiliki nasabah sebagian besar anak muda malah menghancurkan masa depan nasabahnya sendiri melalui industri energi fosil. BNI, we are watching you! Stop funding climate crisis!," katanya.

“Sainsnya jelas, untuk mempertahankan dunia layak hidup di bawah 1.5 derajat sesuai dengan Perjanjian Paris, tidak boleh ada lagi proyek batubara baru. Akan tetapi seperti tidak mengerti sains, Indonesia malah meningkatkan produksi DAN pemanfaatan batubara yang memperburuk situasi krisis iklim. Lebih mirisnya  dengan uang kita sendiri melalui lembaga keuangan negara. Ini adalah bentuk pengkhianatan negara terhadap kelangsungan hidup kita semua," ujar Melissa Kowara, aktivis Jeda Untuk Iklim.

Selain BNI ada 3 bank nasional lainnya yakni Mandiri, BRI dan BCA yang juga dikritik oleh koalisi Bersihkan Bankmu karena masih mendanai sektor energi batu bara sebagai penghasil emisi gas rumah kaca yang menyebabkan berbagai bencana iklim semakin memburuk.(**)

SHARE:
beritaTerkait
Karhutla Parah di Selatan Sumatera, Angin Bawa Asap ke Riau
Pemprov Riau Minta BPH Migas Tambah Kuota
Waduh! Hotspot Sumatera Kembali Tembus Angka 3.500-an
UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Gelar Juara di Ajang FLS3N 2026 Tingkat Kabupaten Kampar
25 Siswa UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Ikuti SCE 2026 Se-Sumatera
Mega Bakti Kesehatan Nasional, PP PERHATI-BKL Gelar Kegiatan di UPT SDN 024 Tarai Bangun
komentar
beritaTerbaru