Karhutla Parah di Selatan Sumatera, Angin Bawa Asap ke Riau
"Pergerakan angin dari Selatan ini diperkirakan terjadi hingga pertengahan November"
Lingkungan
JAKARTA - Cuaca panas 'ekstrem' terjadi di beberapa negara di Asia, bahkan tembus rekor selama berminggu-minggu. Hal ini menyebabkan penutupan sekolah dan lonjakan penggunaan energi.
Rekor suhu tinggi pada bulan April tercatat di stasiun pemantauan cuaca di seluruh Thailand, Myanmar, Laos, dan Vietnam, serta di China dan Asia Selatan.
Ahli Iklim dan Sejarawan Cuaca Maximiliano Herrera, pada Selasa lalu empat stasiun cuaca di Myanmar mencapai atau menyamai rekor suhu bulanan, dengan Theinzayet di negara bagian Mon Timur dengan suhu tertinggi 43 derajat celcius.
Baca Juga:
Lalu pada Rabu, di Bago Timur Laut Yangon, mencapai 42,2 derajat Celcius menyamai rekor sepanjang masa yang sebelumnya tercatat pada Mei 2020 dan April 2019.
"Ada rekor panas yang tak ada habisnya di Asia Tenggara, dengan rekor berminggu - minggu turun setiap hari," kata Maximiliano, melansir The Guardian, Sabtu (29/4/2023).
Baca Juga:
Di Thailand juga akhir pekan lalu pihak berwenang menyarankan orang di Bangkok dan daerah lain di negara itu untuk tinggal di rumah supaya tidak sakit. Suhu mencapai 42 derajat celcius di Ibu Kota Thailand dan indeks panas menunjukan angka mencapai 54 derajat celcius.
Cuaca panas ini juga telah berkontribusi pada rekor konsumsi listrik di Thailand, dengan negara itu mengonsumsi lebih dari 39.000 megawatt pada 6 April lalu, lebih tinggi dari April sebelumnya 32.000 megawatt.
Di Filipina cuaca panas juga membuat kalender sekolah bergeser. Dimana ratusan sekolah telah beralih ke pembelajaran jarak jauh untuk mencegah siswa jatuh sakit.
Sementara kelompok guru meminta waktu mengajar yang lebih singkat dan ukuran kelas yang lebih kecil untuk meringankan kondisi.
Sebelumnya, pada bulan Maret lebih dari 100 siswa sempat dirawat di rumah sakit di Laguna, Tenggara Manila, karena dehidrasi setelah mengikuti latihan kebakaran saat suhu antara 39 - 42 derajat celcius.
Secara global, tahun 2022 digolongkan sebagai salah satu tahun terpanas. Delapan tahun terakhir secara kolektif juga menjadi tahun terpanas yang didokumentasikan secara sains modern. Bahkan fenomena cuaca El Nino tahun ini akan menyebabkan suhu semakin meningkat.
"yang miskin akan menderita, paling banyak. terutama ini menghancurkan komunitas petani, orang-orang yang bergantung pada pertanian atau perikanan," kata Dr Fahad Saseed Pemimpin Regional untuk Asia Selatan dan Timur Tengah di Climate Analytics sebuah lembaga kebijakan Ilmu Iklim.
Di Bangladesh suhu juga naik di atas 40 derajat celcius di Ibu Kota, Dhaka awal bulan ini. menandai hari terpanas dalam 58 tahun dan menyebabkan permukaan jalan mencair.
Pusat Internasional untuk Pembangunan Gunung Terpadu (Icimod), sebuah kelompok antar pemerintah telah mengangkat keprihatinan khusus tentang dampak pemanasan global di wilayah Hindu Kush Himalaya.
Wilayah ini memiliki kumpulan air beku terbesar ketiga di dunia, dan memanas dua kali lipat dari rata-rata global.
(sumber: CNBCIndonesia.com)
"Pergerakan angin dari Selatan ini diperkirakan terjadi hingga pertengahan November"
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan berbagai skenario antisipasi guna mengurai antrean panjang kendaraan dan men
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau melaporkan, update monitoring hotspot pukul 07.00 WIB pa
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil membawa pulang prediket juara pada ajang Fest
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Sebanyak 25 siswasiswi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota mengikuti kegiatan Science Competition Expo (SCE) 2026 se
Pendidikan
Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher (PERHATIBKL) Provinsi Riau melakukan kunjungan dan kegiatan di UPT Sekolah
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera sempat nihil (nol) pada sore Selasa (13/10/2026) kemarin. Namun
Lingkungan
Kapolda Riau Tegaskan Polisi Tak Boleh Tunggu Viral, Pelayanan Publik dan Integritas Jadi Prioritas
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menutup sementara sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman kota pa
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PEMA) d
Kesehatan