Rabu, 22 Juli 2026 WIB

Gajah Masuk Perkebunan Warga di Kampar, BBKSDA Riau Cek Lokasi

Redaksi - Rabu, 12 Juni 2024 13:44 WIB
Gajah Masuk Perkebunan Warga di Kampar, BBKSDA Riau Cek Lokasi
Ilustrasi.(Foto: Ist)
PEKANBARU - Konflik satwa gajah dengan manusia terjadi di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Gajah Sumatera masuk ke area perkebunan warga di wilayah setempat.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman S Hasibuan, memastikan, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk menangani masalah ini.

Tim tersebut diharapkan dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh gajah dan membantu menenangkan warga yang panik.

Baca Juga:

Dalam analisa sementara yang disampaikan oleh Genman, lokasi konflik antara gajah dan manusia tersebut berada di dalam dan sekitar Hutan Produksi Konversi (HPK) yang merupakan habitat alami gajah. Hal ini menyebabkan gajah berulang kali mendatangi area kebun sawit warga.

"Lokasi kebun sawit di dalam dan di sekitar HPK menjadi habitat gajah. Gajah berulang kali menyambangi lokasi karena kondisi tersebut," kata Genman dikutip Rabu (12/6/2024).

Baca Juga:

Genman menjelaskan bahwa Tim BBKSDA Riau sudah sering kali melakukan penggiringan terhadap gajah bersama pemerintah desa setempat. Namun, meskipun upaya ini telah dilakukan berulang kali, gajah tetap kembali ke area kebun setelah tim meninggalkan lokasi.

BBKSDA Riau, lanjut Genman, akan terus berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk menindaklanjuti penanganan konflik ini. Dirinya meminta warga tetap waspada dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah yang merupakan fauna dilindungi oleh negara.

"Gajah yang teridentifikasi hanya satu ekor dan belum pernah terlihat oleh tim di lapangan. Karena ketika tim tiba di lokasi, gajah menjauh dari kebun warga dan ketika tim pergi, gajah kembali lagi datang," jelas Genman.

Warga berharap agar pihak terkait dapat segera menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. Mereka khawatir bahwa kerusakan yang terus-menerus akan mengancam mata pencaharian mereka dan memperburuk kondisi ekonomi desa.

Situasi ini juga menjadi perhatian bagi para pemerhati lingkungan dan satwa liar, mengingat gajah Sumatera adalah spesies yang terancam punah. Konflik ini menunjukkan pentingnya mencari solusi yang dapat melindungi baik kepentingan manusia maupun kelestarian alam.

BBKSDA Riau akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berusaha menemukan cara yang paling efektif untuk menangani konflik ini.

Genman menekankan bahwa upaya bersama antara pemerintah, warga, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.(mr)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seram! Harimau Tiba-tiba Lompat ke Motor Agus di Mengkapan Siak
Pemuda di Dumai Hilang Setelah Diterkam Buaya
Hingga Dinihari, Warga dan Personil Polsek Gaung Jinakkan Buaya yang Masuk ke Perumahan
Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon dalam Event Riau Bhayangkara Run
Dalam Waktu Tiga Hari, Dua Nyawa Melayang Akibat Serangan Harimau di Pelalawan
Dua Hari Dirawat, Nelayan Rohil yang Diterkam Buaya Meninggal Dunia
komentar
beritaTerbaru