Minggu, 19 Juli 2026 WIB

Hingga Dinihari, Warga dan Personil Polsek Gaung Jinakkan Buaya yang Masuk ke Perumahan

Riki - Minggu, 19 Juli 2026 07:37 WIB
Hingga Dinihari, Warga dan Personil Polsek Gaung Jinakkan Buaya yang Masuk ke Perumahan
Buaya yang ditangkap warga Gaung setelah masuk ke permukiman.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil mengevakuasi seekor buaya di Kecamatan Gaung, Sabtu (18/7/26). Buaya ini sebelumnya masuk ke kawasan permukiman warga pada tengah malam, sekitar pukul 00.30 WIB.

Warga yang mengetahui adanya tamu tak diundang, langsung mengubungi warga lainnya di perumahan tersebut. Warga juga melaporkan ke Polsek setempat.

Berselang setengah jam kemudian, warga dan personil Polsek Gaung kemudian berusaha menjerat hewan reptil ganas yang dilindungi itu. Pukul 1.30 WIB, usaha menangkap hewan buas tersebut berhasil dengan cara dijerat.

Baca Juga:

Kejadian ini pun akhirnya dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP). Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak tujuh personil DPKP dari Tembilahan langsung bertolak ke Kecamatan Gaung.

Menggunakan spead boat, personil DPKP tiba pukul 11.00 WIB. Buaya yang sudah terikat dengan tali dan mata ditutup kain itu lalu dievakuasi.

Baca Juga:

Kepala DPKP Inhil Junaidy, mengatakan saat ini buaya tersebut sudah ditempatkan di penangkaran sementara di kawasan kantornya, Jalan SKB Tembilahan.

"Tadi baru sampai 14 30 WIB dari Kecamatan Gaung," kata Junaidy.

Sebelum dimasukkan di penangkaran sementara, terhadap buaya dilakukan pengukuran dan pengecekan fisik.diketahui panjangnya 2,4 meter.

Dari penejelasan warga, kemungkinan buaya ini mengintai ayam peliharaan di sana. Di mana lokasi pemukiman itu tak jauh dari sungai.

Junaidy juga mengapresiasi apa yang dilakukan warga bersama personil Polsek Gaung yang telah berhasil menangkap lalu menyerahkan satwa dilindungi itu ke DPKP.

"Daerah kita (Inhil) inikan umumnya rawa dan dikelilingi sungai. Ini kan memang habitatnya. Apa lagi hewan ini termasuk yang dilindungi, jadi kita pun harus memahaminya sebagai kearifan lokal," papar Junaidy lagi.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemuda di Dumai Hilang Setelah Diterkam Buaya
Dalam Waktu Tiga Hari, Dua Nyawa Melayang Akibat Serangan Harimau di Pelalawan
Dua Hari Dirawat, Nelayan Rohil yang Diterkam Buaya Meninggal Dunia
Bocah Perempuan di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau, Leher Luka Parah
Buaya Muncul di Pos Polairud dan Pelabuhan Tembilahan
Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter
komentar
beritaTerbaru