Jumat, 16 Oktober 2026 WIB

Waspada, Tahun Depan Kemarau Lebih Cepat Datang

Harijal - Jumat, 30 Desember 2016 09:45 WIB
Waspada, Tahun Depan Kemarau Lebih Cepat Datang
Sugarin - Kepala BMKG Pekanbaru

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, memprediksi musim kemarau akan datang lebih awal pada tahun 2017. Di mana berdasarkan prediksi, Februari yang biasanya masih masuk dalam kategori bulan dengan curah hujan tinggi, pada tahun depan akan memasuki musim kemarau.

Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin mengatakan, kondisi iklim di Riau pada tahun depan diprediksi akan sama dengan kondisi cuaca pada tahun 2014. Di mana pada 2014,  kabut asap mulai terjadi pada rentan bulan Februari-Maret. Untuk itu perlu kewaspadaan pada saat bulan Februari sebagain wilayah di Riau sudah masuk musim kemarau.

"Terutama di wilayah pesisir timur Riau, karena wilayah pesisir timur itu seperti Kabupaten Siak, Kota Dumai jika terjadi kebakaran hutan arah angin akan menuju ke arah barat daya atau menuju ke Pekanbaru. Untuk itu diperlakukan kewaspadaan sejak dini,” jelas Sugarin.

Baca Juga:

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai bentuk antisipasi, pada awal tahun 2017, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi dengan pihak BPBD untuk segera menetapkan status siaga darurat untuk pencegahan.

Untuk itu pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat pada musim kemarau untuk tidak membuka lahan dengan membakar.

Baca Juga:

"Yang jelas jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena lahan gambut kalau sudah terbakar akan sulit untuk memadamkannya. Kalau sudah sampai 20 atau 30 hari tidak terjadi hujan kan rawan, kalau lahan dibakar menjadi masalah kalau tidak dibakar ya tidak masalah,” jelasnya.

Untuk suhu cuaca, Sugarin memprediksi jika panas ada pada level suhu 34 sampai 35 derajat celcius. Dengan kondisi cuaca seperti itu mungkin sebagain menurutnya juga akan memperngaruhi pada sektor pertanian. Untuk itu pihaknya akan secara berkala menyampaikan kondisi iklim yang terjadi di Riau kepada Dinas Pertanian kabupaten/kota agar dapat diketahui dan dilakukan upaya pencegahan.

‘’Selain itu pihak Dinas Pertanian atau para petani sendiri bisa melihat kondisi iklim di website yang telah dibuat bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Termasuk di sana ada info kalender tanam, kondisi iklim sehingga para petani atau penyuluh nya sudah tahu apa langkah yang harus dilakukan,’’ jelasnya.

 

 

(riaupos.co)

 

SHARE:
beritaTerkait
Operasi Gabungan di Kampung Narkoba Pekanbaru, Enam Pria Terjaring
Bupati Afni Masuk 15 Kepala Daerah Penerima Penghargaan BAZNAS RI 2026
Sekitar 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Meriahkan Arak-arakan Keberagaman HKN di Riau
10 ASN Siak Dipecat, 14 Lainnya Dapat Award
Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru
IKTA Cup 2026 Diikuti 44 Tim Voli Pelajar se-Riau
komentar
beritaTerbaru