Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Api dengan cepat melahap sekitar 10 hektare lahan yang berlokasi di Jalan Parit Jawa, Dusun Sungai Mesim 2. Kebakaran ini memicu reaksi cepat dari aparat keamanan serta instansi terkait untuk segera melakukan penanganan di lapangan.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BPBD, tim RPK PT. SRL, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung terjun ke lokasi untuk menjinakkan api.
Baca Juga:
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Senin (16/2/2026) menyebutkan, upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk memastikan api tidak semakin meluas ke area pemukiman atau perkebunan produktif lainnya.
Di lapangan, lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan perkebunan sawit di atas tanah gambut yang kering.
Baca Juga:
"Karakteristik tanah gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan, ditambah cuaca ekstrem dan angin kencang yang kerap berubah arah, menjadi tantangan berat bagi para petugas yang berjuang di garda terdepan," jelas Fahrian.
Pemantauan melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK) menunjukkan adanya 43 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi di kawasan tersebut.
Data yang bersumber dari satelit SNPP NASA ini mengonfirmasi bahwa seluruh titik api terkonsentrasi dalam satu hamparan luas, sehingga memerlukan strategi penanganan yang terintegrasi dan intensif.
"Sebagian lokasi sudah berhasil kami padamkan, namun tim masih mendapati kemunculan api baru di area yang baru saja terbakar," ungkap Fahrian.
Fahrian menyampaikan, prioritas utama saat ini adalah melakukan lokalisir area dengan saksama agar api benar-benar padam hingga ke lapisan tanah terdalam dan tidak memicu kebakaran susulan.
Kendala utama yang dihadapi tim gabungan di lapangan adalah minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran karena tidak adanya kanal atau embung permanen.
"Untuk sementara, petugas terpaksa mengandalkan pasokan air dari kanal milik PT. SRL yang letaknya cukup jauh, sehingga memerlukan penyambungan puluhan rol selang untuk mencapai pusat api," terang Fahrian.
Sebagai langkah solutif, satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membuat sekat api dan embung darurat guna menampung cadangan air. Penggunaan mesin mini strike dari BPBD dan pihak swasta terus dioptimalkan agar distribusi air menuju titik panas tetap stabil, meskipun personel harus bekerja ekstra keras di tengah cuaca yang sangat terik.
"Hingga saat ini, Polsek Rupat masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi pemilik lahan tersebut," jelasnya.
Pihak kepolisian juga kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi mencegah bencana kabut asap yang dapat merugikan kesehatan dan lingkungan secara luas.
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah melaksanakan ujian akhir kelulusan beberapa waktu lalu, sebanyak 140 murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kub
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah sukses melaksanakan ujian akhir murid Kelas VI Tahun Pelajaran 20252026 beberapa waktu lalu, saat ini UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Kabupaten Kampar kembali ditindak. Kali ini, Polres Kampar me
Hukrim