Perkuat Penyelenggaraan Statistik, Pemkab Siak Dievaluasi oleh Tim BPS Pusat
Perkuat Penyelenggaraan Statistik, Pemkab Siak Dievaluasi oleh Tim BPS Pusat
Pemerintahan
Di sejumlah titik pemadaman, satu-satunya sumber air yang bisa dimanfaatkan hanyalah kanal-kanal kecil atau yang biasa disebut kanal cacing. Namun, memasuki musim kemarau, debit air di kanal tersebut mulai surut sehingga petugas harus bekerja ekstra sebelum air dapat dipompa untuk memadamkan api.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, minimnya sumber air itu menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang hingga Senin (20/7/2026) hari ini masih berjibaku di lokasi karhutla.
Baca Juga:
"Di beberapa titik di Pematang Pudu, sumber air yang tersedia hanya berasal dari kanal-kanal cacing yang debitnya mulai surut. Sebelum digunakan, anggota harus membersihkan lumpur terlebih dahulu agar air bisa dipompa untuk mendukung operasi pemadaman. Ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi di lapangan," ujar Ferdian.
Meski api aktif telah berhasil dipadamkan, pekerjaan personel belum selesai. Asap tipis masih terlihat keluar dari sejumlah titik lahan gambut sehingga proses pendinginan harus terus dilakukan agar api tidak kembali muncul.
Baca Juga:
"Pagi ini asap tipis masih terlihat di lokasi, sehingga upaya pemadaman tetap dilanjutkan. Prinsip kami, penanganan tidak berhenti sampai benar-benar tuntas. Api aktif memang sudah padam, tetapi selama masih ada asap berarti masih ada potensi bara di bawah permukaan gambut yang harus dipadamkan," kata Ferdian.
Berdasarkan hasil pemantauan drone pada Ahad (19/7/2026), kawasan yang terbakar di Pematang Pudu diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare. Dari udara, kepulan asap masih terlihat di beberapa bagian sehingga operasi pemadaman kembali dilanjutkan pada hari keenam.
Empat regu Manggala Agni kembali diterjunkan sejak pagi untuk melakukan pendinginan di titik-titik yang masih berasap. Fokus utama tim adalah memastikan bara api di bawah permukaan gambut benar-benar padam sehingga tidak memicu kebakaran susulan.
Karakteristik lahan gambut, kata Ferdian membuat proses pemadaman jauh lebih sulit dibanding kebakaran di lahan mineral. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah selama berhari-hari sehingga membutuhkan penyiraman secara menyeluruh hingga lapisan gambut benar-benar basah.
"Kami akan terus bertahan di lokasi sampai dipastikan tidak ada lagi asap maupun bara yang tersisa. Keselamatan kawasan dan mencegah kebakaran kembali menyala menjadi prioritas utama kami," tegas Ferdian.
Operasi pemadaman di Pematang Pudu hingga kini masih terus berlangsung dengan dukungan berbagai pihak, mengingat lokasi tersebut menjadi salah satu titik karhutla terbesar yang ditangani di Riau selama Juli 2026.
Perkuat Penyelenggaraan Statistik, Pemkab Siak Dievaluasi oleh Tim BPS Pusat
Pemerintahan
Polri Hadir Bersama Petani, Swasembada Pangan Semakin Nyata di Kandis
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul terbakar saat mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ja
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman yang diwakili oleh Asisten III Setda Inhil, H. Fadillah menghadiri Malam
Pemerintahan
kabarmelayu.com.INHIL Dalam Kunjungannya di Kecamatan Tanah Merah, Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE, MT bersama Anggota DPRD dari Dapi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menegaskan komitmen menjaga kehormatan dan martabat profesi war
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau telah mengeluarkan maklumat tentang Pencegahan dan P
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru Senin (20/7/2026) sore mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jal
Peristiwa
kabarmelayu.comPEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau memburu pelaku penikaman terhadap seorang anggota polisi
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Perjuangan personel Manggala Agni demi memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pematang Pudu, Kecamat
Lingkungan