Rabu, 23 September 2026 WIB

Soal Dugaan Limbah Beracun PT RAPP, BLH Pelalawan Kirim Sampel Air Kanal ke Labor

Harijal - Jumat, 19 Agustus 2016 18:35 WIB
Soal Dugaan Limbah Beracun PT RAPP, BLH Pelalawan Kirim Sampel Air Kanal ke Labor
zul/rec
Diduga masyarakat Desa Sering tercemar limbah beracun dari PT RAPP, ratusan ikan juga ikut mati.

PELALAWAN, kabarmelayu.com - Terkait kematian ikan dan penyakit kulit yang menyerang warga, diduga akibat air kanal beracun yang menampung saluran outlet limbah cair PT RAPP. pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan telah mengirim 2 sampel limbah cair PT RAPP ke Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Propinsi Riau di Pekanbaru pada, Kamis (18/8/2016) malam.

"Ya kita sudah antarkan Kamis malam 2 sampel air, koordinat pertama yakni di kanal outlet salurah limbah cair dan dari kanal tempat lokasi ditemukannya ikan mati. Anggota saya yang langsung antar setelah diambil sampel di lokasi. Kalau hasilnya dari Laboratorium Kesehatan dan lingkungan yang akan menghubungi kita. Paling cepat seminggu hasi laboratorium bisa diketahui," papar Kepala BLH Pelalawan Syamsul Anwar SH,MH kepada riaueditor, Jumat (19/8/2016).

Disinggung komitmen BLH dalam mengawal pengawasan terhadap pencemaran diakibatkan limbah perusahaan, Syamsul Anwar menyatakan BLH akan terus mengawal hasil laboratorium Kesehatan dan lingkungan ini.

Baca Juga:

"Tentu ada barometer dan ketentuan-ketentuan dari pihak Laboratorium. Tidak serta merta di atas baku mutu air tercemar limbah perusahaan yang mengakibatkan ikan mati. Kita lihat hasilnya nanti dan jika terbukti adanya pencemaran diakibatkan limbah beracun pasti akan ditindaklanjuti. Kita komit kok," ungkapnya. (zul/rec)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Water Bombing Satgas Udara Gempur Karhutla Dua Desa di Inhu
Malam Ini LAMR Gelar Majelis Zikir, Doakan Jerebu Berlalu
UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Terbitkan Buku Antologi Puisi Karya Siswa
Kualitas Udara Pekanbaru di Level Sedang Pagi Ini, Siswa Kembali ke Sekolah
Penerima Bansos Agar tak Terlibat Pinjol dan Judol
Diduga Rp500 Juta untuk Cari Proyek Pemerintah, Kini Muncul Permintaan Rp1,3 Miliar
komentar
beritaTerbaru