PEKANBARU, kabarmelayu.com - Sudah 2 Tahun Provinsi Riau dapat mencegah terjadinya Karhutla yang banyak merugikan baik dari segi Materil, Kesehatan dan fisik. Untuk itu di Tahun 2018 ini Provinsi Riau mengambil antisipasi terjadinya Karhutla dengan mengadakan Rapat Kordinasi penetapan status siaga darurat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan provinsi Riau tahun 2018.
Langkah ini diambil karena dalam beberapa hari ini telah terjadi beberapa kali kebakaran hutan di beberapa daerah di Provinsi Riau, bahkan sudah 3 Kabupaten yang menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana Karhutla yaitu Palalawan, Bengkalis dan Inhil.
Dalam Rapat tersebut Plt Gubri Wan Thamsir Hasyim secara resmi menyatakan di berlakukannya Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla tahun 2018 bagi provinsi Riau dan menunjuk Plt Danrem 031/WB Kol Czi I Nyoman Parwata. S.E.,M.Si.,M.Tr (Han) sebagai Incident Commander.
Baca Juga:
"Pencegahan Karhutla harus kita lakukan sedini mungkin agar masih bisa kita atasi, pembuatan dan pemeliharaan embung dan sekat kanal harus kembali kita tinjau agar dalam pemadaman kita tidak kekurangan sumber air di lapangan. Selain Water Boombing embing dan sekat kanal terbukti sangat efektif dilapangan inipun harus di dukung dengan alat dan prasarana," Ujar Plt Danrem 031/WB.
Lebih lanjut Plt Danrem 031/WB mengatakan, dalam mengatasi Bencana Karhutla ini pemerintah tentunya tidak dapat berjalan sendiri tanpa didukung oleh masyarakat dan perusahaan yang ada yang memiliki alat dan prasarana yang dapat membantu mencegah terjadinya bencana Karhutla.
Baca Juga:
Hadir dalam rapat Ketua DPRD Provinsi Riau, Danlanud RSN, Kabinda Riau, lerwakilan Kapolda Riau dan unsur terkait lainnya baik dari pemerintahan maupun perusahaan.(penrem031/Wb)