Sabtu, 12 September 2026 WIB

Mulyadi, Anggota DPRD Pekanbaru Ikut Demo 4 November

Harijal - Rabu, 02 November 2016 13:20 WIB
Mulyadi, Anggota DPRD Pekanbaru Ikut Demo 4 November
riaueditor.com
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Rencana demonstrasi besar-besaran yang dilakukan gabungan organisasi masyarakat (Ormas) Islam pada 4 November tengah menjadi sorotan publik, bahkan dikabarkan ratusan umat muslim dari berbagai daerah termasuk di Pekanbaru Riau dipastikan ikut dalam aksi `Tangkap Ahok` diantaranya terdapat anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi dari Fraksi PKS.

Mulyadi saat ini dikabarkan telah berada di Jakarta untuk ikut bergabung melakukan aksi damai pada 4 November 2016 nanti.

Demo ini terkait perkataan kandidat Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang diduga melakukan penistaan agama dan melecehkan Islam, soal ucapannya tentang Surat Al-Maidah ayat 51 beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

"Kita akan lakukan aksi damai, masa ketika Al Quran dihina kita diam saja, menyampaikan pendapat dibenarkan oleh konstitusi, ini jadi tanggung jawab kita sebagai umat muslim, dan ketika kita ditanya sama anak kita ayah ngapain ketika al quran dihina?, mungkin sama anak kita masih bisa kita akali, kalau Allah yang tanya masih bisa ngelak?," Ungkap Mulyadi Amd, ketika dikonfirmasi Rabu (2/11/16).

Ketika ditanya terkait kekhawatiran aksi 4 November nanti akan berakhir rusuh, Mulyadi dengan tegas menyatakan sikap tidak akan rusuh, namun yang perlu dikwatirkan ketika ada penyusup dan mengacaukan aksi damai ini.

Baca Juga:

"Aksi ini tidak dibayar murni keinginan kita, cukup Allah yang bayar dengan ganjarannya, dan insya Allah ngak bakal rusuh, namun yang perlu kita khawatirkan ketika ada penyusup yang akan membuat aksi damai jadi rusuh," jelasnya.

Mulyadi juga menegaskan bahwa aksi 4 November nanti semata-mata untuk menjaga konstitusi negara Indonesia.

"Demo diatur dalam Undang-undang dan dijamin dalam konstitusi, aksi kita bukan soal ras, etnis, suku, warna kulit, ataupun kebencian kepada warga cina, kristen dan lain-lain bukan, tetapi ini tentang menjaga konstitusi negara kita, jangan sampai negara kita hancur karena Ahok, semua sama dimata hukum, kalau lain ditangkap kenapa ahok tidak," tuturnya. (rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Lapas Pasir Pangaraian Perkuat Kemampuan Dasar Warga Binaan
Pemerintah Harus Turun Tangan Selesaikan Kasus Petani Kelapa Inhil dengan PT. IGJA
Hujan Merata, Karhutla Besar di Riau Padam
PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya
MTQ Nasional XXXI 2026 Jateng, Kafilah Riau Siap Berikan Penampilan Terbaik
Ditekuk PSIS 1-2 , PSPS Gagal Curi Poin di Kandang Lawan
komentar
beritaTerbaru