Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Mulyadi, Anggota DPRD Pekanbaru Ikut Demo 4 November

Harijal - Rabu, 02 November 2016 13:20 WIB
Mulyadi, Anggota DPRD Pekanbaru Ikut Demo 4 November
riaueditor.com
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Rencana demonstrasi besar-besaran yang dilakukan gabungan organisasi masyarakat (Ormas) Islam pada 4 November tengah menjadi sorotan publik, bahkan dikabarkan ratusan umat muslim dari berbagai daerah termasuk di Pekanbaru Riau dipastikan ikut dalam aksi `Tangkap Ahok` diantaranya terdapat anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi dari Fraksi PKS.

Mulyadi saat ini dikabarkan telah berada di Jakarta untuk ikut bergabung melakukan aksi damai pada 4 November 2016 nanti.

Demo ini terkait perkataan kandidat Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang diduga melakukan penistaan agama dan melecehkan Islam, soal ucapannya tentang Surat Al-Maidah ayat 51 beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

"Kita akan lakukan aksi damai, masa ketika Al Quran dihina kita diam saja, menyampaikan pendapat dibenarkan oleh konstitusi, ini jadi tanggung jawab kita sebagai umat muslim, dan ketika kita ditanya sama anak kita ayah ngapain ketika al quran dihina?, mungkin sama anak kita masih bisa kita akali, kalau Allah yang tanya masih bisa ngelak?," Ungkap Mulyadi Amd, ketika dikonfirmasi Rabu (2/11/16).

Ketika ditanya terkait kekhawatiran aksi 4 November nanti akan berakhir rusuh, Mulyadi dengan tegas menyatakan sikap tidak akan rusuh, namun yang perlu dikwatirkan ketika ada penyusup dan mengacaukan aksi damai ini.

Baca Juga:

"Aksi ini tidak dibayar murni keinginan kita, cukup Allah yang bayar dengan ganjarannya, dan insya Allah ngak bakal rusuh, namun yang perlu kita khawatirkan ketika ada penyusup yang akan membuat aksi damai jadi rusuh," jelasnya.

Mulyadi juga menegaskan bahwa aksi 4 November nanti semata-mata untuk menjaga konstitusi negara Indonesia.

"Demo diatur dalam Undang-undang dan dijamin dalam konstitusi, aksi kita bukan soal ras, etnis, suku, warna kulit, ataupun kebencian kepada warga cina, kristen dan lain-lain bukan, tetapi ini tentang menjaga konstitusi negara kita, jangan sampai negara kita hancur karena Ahok, semua sama dimata hukum, kalau lain ditangkap kenapa ahok tidak," tuturnya. (rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Setelah Sukses Ujian Akhir TP 2025-2026, UPT SDN 019 Pandau Jaya Siap Hadapi Ujian Kenaikan Kelas Senin mendatang
Polres Kampar Tertibkan PETI di Aliran Sungai Subayang, 3 Rakit Diamankan
komentar
beritaTerbaru