Terima Lulusan IPDN Riau, Syahrial Abdi: Jaga Integritas, Optimalkan Pelayanan
kabarmelayu.com,SUMEDANG Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi secara simbolis menerima penyerahan lulusan Institut Pemerintahan
Pemerintahan
JAKARTA, kabarmelayu.com - Dalam peradaban Muslim, para astronom selalu tertarik dengan berbagai fase bulan. Para ahli astronomi pada awal masa peradaban Muslim menghitung kapan tepatnya bulan sabit (hilal) akan muncul. Informasi tentang hilal ini penting bagi penganut agama Islam.
Kemunculan hilal menandai mulainya Ramadan dan bulan-bulan lainnya dalam kalender Islam. Al-Kindi, ilmuwan Irak abad Ke-9 mengembangkan jenis trigonometri untuk bentuk bola, bukan hanya permukaan datar.
Masyarakat membutuhkan trigonometri dalam bentuk bola untuk menemukan arah ke Mekkah, kiblat umat Islam.
Baca Juga:
Seorang ahli astronomi bernama Muhammad Abul-Wafa Buzjani menemukan bahwa Bulan bergerak di orbitnya dengan kecepatan berbeda-beda dalam setiap fase. Ahli astronomi Denmark Tycho Brhae sering dianggap sebagai penemu fenomena perbedaan kecepatan Bulan, namun penemuannya terjadi 600 tahun setelah Buzjani.
Satu kawah di Bulan dinamakan Abul-Wafa untuk menghormati Abul-Wafa Buzjani. Kini kalender Islam memiliki 12 bulan yang dimulai berdasarkan peredaran Bulan, seperti dirangkum “1001 Penemuan dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim,” Kamis (3/11/2016).
Baca Juga:
Sementara pada 634 M, khalifah kedua Umar bin Khattab menetapkan sistem kalender Hijriyah berdasarkan siklus bulan, yang hingga kini masih digunakan.
Kalender Hijriyah, atau Kalender Islam, hanya terdiri atas 354 atau 355 hari, 11 hari lebih pendek daripada kalender yang didasarkan perputaran Bumi mengelilingi Matahari.
Ibnuul-Haitsam, mempelajari berbagai posisi Bulan di langit dan menemukan bahwa penampakan Bulan yang terlihat lebih besar di dekat cakrawala adalah ilusi optik. Ukuran Bulan yang sebenarnya tidak berubah.
Di permukaan Bulan ada 650 lebih petak gelap dan terang, yang berupa kawah dan formasi lainnya. Tiga belas di antaranya menyandang nama para ahli astronomi Muslim.
Bentuk permukaan Bulan menjadi salah satu penyebab fenomena “bayangan manusia di Bulan” yang kita lihat dari Bumi. Bulan dikenal sengan berbagai nama seperti “Luna” bagi bangsa Romawi, “Selana” oleh bagi bangsa Yunani, dan “Al-Qamar” bagi bangsa Arab.
(kem/okezone/rec)
kabarmelayu.com,SUMEDANG Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi secara simbolis menerima penyerahan lulusan Institut Pemerintahan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Fun Pingpong Competition bertema Mempererat Sinergi SKK Migas EMP PWI Riau resmi dibuka di Kantor PWI Ri
Sosial
Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandis dan Personel Siapkan Kebutuhan Air untuk Tanaman Jagung
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Riau I, Hendry Munief MBA, mengunjungi Pondok Pesantren (PP) Hidayatullah Peka
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke bangunan gedung Pasar Wisata Pas
Pemerintahan
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi di Buka, Polda Riau Hadirkan Layanan hingga Pulau Terluar
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, divonis hukuman dua tahun penjara. Abdul Wahid dinyatakan terbukti melakuka
Hukrim
Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bengk
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT., menutup rangkaian kegiatan Festival KNPI Inhil Fair 2026 yang d
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Informasi penting bagi pengguna Jalan Tol PekanbaruDumai (Permai). Mulai hari ini, Kamis (30/7/2026), diberlaku
Peristiwa