Minggu, 21 Juli 2024 WIB

Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji 1446H/2025

Redaksi - Rabu, 19 Juni 2024 10:37 WIB
Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji 1446H/2025
Menag Yaqut Yaqut Cholil Qoumas menerima kuota haji 1446 H untuk Indonesia dari pemerintah Saudi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,JAKARTA - Indonesia kembali mendapat kuota sebanyak 221.000 jemaah pada musim haji 1446 H tahun 2025. Kepastian kuota haji untuk tahun depan diperoleh Menag usai menghadiri Tasyakuran Penutupan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H dan Pemberian Kuota 1446 H yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Makkah.

Hadir para pimpinan delegasi haji dari berbagai negara. Ikut mendampingi Menag, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

"Saya mendapat informasi dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji 'Ayed Al Ghuwainim, dan sesuai surat yang saya terima, bahwa Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 H/2025 M," terang Menag Yaqut, di kantor Kementerian Haji dan Umrah Saudi, Makkah, Selasa (18/6/2024).

Baca Juga:

Pihaknya mengapresiasi Kemenhaj Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Sehingga proses persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat.

"Apresiasi juga atas ketegasan otoritas Saudi dalam menerapkan aturan terkait visa haji dan visa non haji," ucapnya.

Baca Juga:

Menag menilai penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 berjalan sukses. Ada sejumlah indikator kesuksesan itu. Pertama, pelayanan jemaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kuota jemaah haji reguler sebanyak 213.320 jemaah terserap optimal, hanya menyisakan 45 jemaah yang tidak bisa digantikan karena proses pemvisaan sudah ditutup.

"Ini angka kuota tidak terserap yang terkecil dalam lebih 10 tahun penyelenggaraan ibadah haji," sebutnya.

Kedua, proses pelayanan jemaah pada fase kedatangan juga berjalan lancar, baik di Madinah maupun Makkah. Jemaah bisa mendapatkan layanan katering, transportasi, akomodasi, termasuk pelindungan jemaah, dan bimbingan ibadah.

"Padahal, Indonesia adalah pengirim jemaah haji terbesar di dunia. Ini jelas bukan tugas mudah," ujar Menag lagi.

Layanan fast track ini untuk kali pertama di tiga embarkasi, Jakarta, Solo, dan Surabaya juga berjalan lancar. Layanan katering bahkan bisa tetap diberikan hingga jelang puncak haji. Ini juga kali pertama dilakukan dalam kuota normal setelah sebelumnya diterapkan pada 2022.

Indikator kesuksesan ketiga, lanjut Ikhtiar mitigasi yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama otoritas Saudi berhasil memperlancar proses pergerakan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.

Skema murur atau melintas di Muzdalifah banyak mendapat apresiasi. Jemaah bisa diberangkatkan lebih awal, jam 07.37 waktu Saudi sudah tidak ada di Muzdalifah. Ini sebutnya patut disyukuri.

Ada beberapa dinamika di Mina menjadi bagian yang akan dievaluasi. Menurutnya, wilayah Mina jelas batasannya dan sangat terbatas. Dengan kuota 213.320 jemaah, ruang yang tersedia kurang dari 0,8 meter persegi per orang.

"Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan," kata Gus Men.

Dalam keterbatasan wilayah, ada tantangan kenyamanan, bahkan keselamatan jiwa. Ini yang perlu menjadi pertimbangan.

"Alhamdulillah kita bersyukur, proses puncak haji berjalan lancar," katanya lagi.

Ditambahkan Menag, pihaknya akan segera menggelar evaluasi atas penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah catatan akan menjadi bahan perbaikan untuk musim haji mendatang.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sebanyak 8 Jamaah Riau Wafat di Tanah Suci pada Musim Haji 1445 H
4.042 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Kloter Terakhir Jemaah Haji Kampar Tiba di Tanah Air
Jemaah Haji Tertua Indonesia Tiba di Tanah Air
Sepekan Pemulangan Jemaah Haji, 50% Lebih Penerbangan Garuda Terlambat
Lagi, Jemaah Haji Riau Asal Rohil Meninggal di KKHI Makkah
komentar
beritaTerbaru