Senin, 08 Juni 2026 WIB

Sambut Ramadhan 1438 H, Masyarakat Langgam Gelar Adat Balimau Kasai Potang Mogang

Harijal - Rabu, 24 Mei 2017 20:24 WIB
Sambut Ramadhan 1438 H, Masyarakat Langgam Gelar Adat Balimau Kasai Potang Mogang
Penrem 031/Wirabima
Balimau Kasai Potang Mogang menyambut masuknya bulan suci Ramadhan 1438 H.

LANGGAM, kabarmelayu.com - Rabu (24/05/2017), Danramil 09/Lgm Kapten Inf E Sihotang beserta para Babinsa Koramil 09/Lgm wilayah Kecamatan Langgam menghadiri acara Balimau Adat Potang Mogang Kabuten Pelalawan Tahun 2017 di Balai Adat dan Balai Anjungan Ranah Tanjung Bunga Kelurahan Langgam. Balimau Kasai ini dihadiri langsung oleh Bupati Pelalawan HM Harris dan Wakil Bupati Drs H Zardewan MM, serta tokoh masyarakat, pemuka adat dan para Pejabat Pemkab Pelalawan. 

Kabupaten Pelalawan dikenal sebagai daerah yang kaya dengan tradisi serta adat budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Meskipun perubahan zaman semakin kuat menggeser masyarakatnya, beberapa tradisi masih kuat dipegang teguh dan terus dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Pelalawan. 

Sejumlah daerah yang ada di Kabupaten Pelalawan memiliki tradisi yang cukup unik untuk menyambut masuknya bulan Ramadhan. Di Kecamatan Langgam misalnya, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang di Kecamatan Langgam yang penuh kesakralan dalam pelaksanaannya. Disana masyarakatnya selalu rutin menggelar tradisi upacara untuk penyucian diri sebelum menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, yakni Mandi Balimau Kasai Potang Mogang.

Baca Juga:

Dalam tradisi masyarakat Langgam, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dianggap sebagai upacara sarana penyucian diri lahir maupun batin dan juga sebagai bentuk ucapan rasa syukur dan ungkapan kegembiraan dengan akan segera datangnya bulan Ramadan. 

Masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya di Kecamatan Langgam memiliki keyakinan bahwa kasai dapat mengusir berbagai macam penyakit kedengkian yang tertanam dalam hati manusia selama bulan Ramadan. Tradisi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang telah berlangsung selama ratusan tahun yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakatnya. 

Baca Juga:

Menurut cerita masyarakat setempat, tradisi ini berawal dari kebiasaan Raja di zaman dahulu. Dalam bahasa setempat, balimau berarti mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk atau limau. Sedangkan kasai berarti wangi-wangian yang biasanya dipakai masyarakat setempat untuk keramas.

Dalam pelaksanaanya, upacara Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dimulai dengan acara makan bejambau bersama para pemuka adat, batin, ninek mamak, serta tokoh masyarakat dan para alim ulama. Sebagai tempat pelaksanaan Mandi Balimau Kasai Potang Mogang, selalu rutin digelar di tepian Sungai Kampar yang membelah wilayah Kabupaten Pelalawan yakni di Anjungan Ranah Tanjung Bunga. 

Sebelum prosesi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan upacara Togak Tonggol sebagai pembuka, yang dipimpin oleh Datuk Rajo Bilang Bungsu. Tonggol merupakan sebuah bendera simbol kebesaran suku-suku masyarakat adat di Langgam yang dikibarkan di atas tiang panjang yang berasal dari bambu.

Bupati Pelalawan, HM Harris yang bergelar Datuk Setia Amanah mengaku sulitnya mengangkat berbagai adat tradisi yang telah lama dilupakan atau terlupakan oleh masyarakat adat. Untuk menggali kebiasaan adat serta mengingatkan kepada anak keponakan diperlukan kerja keras, pemangku adat yang bergelar mamak dipersukuan senantiasa bersinergi dengan anak keponakannya, mamak dalam persukuan harus mengembalikan peran dan fungsinya. 

Menurut Datuk Setia Amanah, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang merupakan tradisi yang secara turun-temurun yang telah dilakukan masyarakat Melayu khususnya masyarakat di Kecamatan Langgam, setiap kali memasuki bulan Ramadan. Dikalangan masyarakat kegiatan tersebut diberikan nama Potang Mogang, yang inti dari hajatan tersebut untuk memeriahkan serta bersuka cita memasuki menyambut bulan penuh berkah.  

“Kita berharap masyarakat Kab.Pelalawan bisa terus menjaga dan melestarikan adat istiadat Kab.Pelalawan, Pemerintah Daerah harus mendukung penuh pelestarian adat istiadat kita,” terang Datuk Setia Amanah.(Penrem 031/Wirabima)

SHARE:
beritaTerkait
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Pagi Ini
Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG
Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
komentar
beritaTerbaru