Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Bupati Harris Pukul Bedug Tanda Masuknya 1 Muharram 1438 H

Kendaraan depan Masjid Raya Diberhentikan Hingga Azan Maghrib Usai
Harijal - Sabtu, 01 Oktober 2016 19:20 WIB
Bupati Harris Pukul Bedug Tanda Masuknya 1 Muharram 1438 H
riaueditor.com
Bupati Harris Pukul Bedug Tanda Masuknya 1 Muharram 1438 H. Terlihat kendaraan depan Masjid Raya diberhentikan hingga Azan Maghrib usai.

PKL.KERINCI, kabarmelayu.com - Tepat sekitar pukul 18.07 Wib ‎Bupati Pelalawan HM Harris memukul Bedug tanda masuknya 1 Muharram 1438 H, dilanjutkan kumandang azan maghrib bertempat di Masjid Raya Al-Muttaaqin Pangkalan Kerinci, Sabtu (1/10/2016).

Disaat bersamaan juga, seluruh kendaraan yang melintas ‎di Jalan Lintas Timur depan masjid Raya Al-Muttaaqin diberhentikan sejak dari awal dikumandangkannya azan hingga selesai. Pemberhentian kendaraan dilakukan oleh pihak kepolisian dan Dishub Pelalawan pertanda masuknya Tahun Baru Islam 1 muharram 1438 H.

Usai pemukulan bedug, shalawatpun bergema didalam Masjid Raya Al-Muttaqin dan jamaah termasuk Bupati dan Wabup saling bersalaman mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 H Selanjutnya dikumandangkan azan Maghrib dan dilanjutkan Shalat Maghrib Berjamaah. Usai Shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan Muhasabah yang disisi oleh penceramah dari Pekanbaru yakni Al-Ustadz Edi Azha SAg‎.

Baca Juga:

Sementara dari para pengendara roda dua maupun roda 4 yang diberhentikan seluruhnya mengaku bangga dengan adanya peringatan 1 Muharram 1438 H Tampak sebagian pengendara melakukan doa. (rec)

 

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Pemulangan Jamaah Haji Kloter 07 Inhil Siap Dikoordinasikan
Dukung Swasembada Pangan, Personil KSKP Polres Inhil Beri Penyuluhan ke Peternak
Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil
Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya
Terbitkan SP3 Dugaan Pemerasan dan Penggelapan, Kapolri hingga Jajaran Polda Lampung Dipraperadilankan di PN Jaksel
Jeritan Transmigran Air Balui, Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria
komentar
beritaTerbaru