Rabu, 04 November 2026 WIB

Ini Wujud Jasad Mak Anih Penghafal Alquran yang Tetap Utuh

Harijal - Kamis, 20 September 2018 16:46 WIB
Ini Wujud Jasad Mak Anih Penghafal Alquran yang Tetap Utuh
Photo : Zahrul Darmawan
Jasad Mak Anih dan Syamsudin tetap utuh setelah puluhan tahun terkubur.

Ratusan jasad yang berada di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kumpi Saribah, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, yang terkena imbas pembebasan Jalan Tol Depok-Antasari atau Tol Desari telah berhasil dipindahkan ke area lahan baru yang tidak jauh dari lokasi awal.

Peristiwa penggalian kubur yang telah berlangsung sejak lima hari ini sempat membuat geger warga lantaran dari ratusan jasad yang diangkat, dua jasad didapati masih dalam kondisi utuh meski telah dimakamkan sejak puluhan tahun silam. Dua jasad tersebut adalah almarhumah Mak Anih dan almarhum Syamsudin.

Peristiwa ini sempat direkam oleh salah seorang warga. Dari hasil bidikan kamera ponsel terlihat dengan jelas, kondisi kedua jasad yang terbungkus kain kafan putih itu masih berukuran normal, layaknya jasad yang baru akan dikuburkan.

Baca Juga:

Kondisi ini berbeda dengan ratusan jasad lainnya yang telah menjadi tulang-belulang sehingga dapat dibungkus dengan kain kafan berukuran kecil. Oleh pihak ahli waris, jasad Mak Anih yang telah terkubur selama 42 tahun lalu itu kemudian dibawa ke pemakaman lain namun masih di wilayah Depok.

“Iya jasad Mak Anih dibawa keluarganya, dimakamkan di tempat lain tapi masih di daerah Depok,” kata Nian Darmawan koordinator pekerja lapangan pada wartawan, Kamis 20 September 2018.

Baca Juga:

Sedangkan jasad Syamsudin, yang meninggal 27 tahun lalu, dimakamkan bersama ratusan jasad lainnya di lahan baru yang tak jauh dari lokasi proyek tol dekat TPU Kumpi Saribah.

Amalan Guru Ngaji

Diberitakan sebelumnya, kedua jasad tersebut diyakini sebagai sosok pribadi yang soleh semasa hidupnya dulu. Mak Anih, dikenal sebagai guru ngaji kampung dan banyak mencetak penghafal Al-Quran.

“Mak Anih luar biasa dah. Dulunya almarhumah ini guru ngaji rumahan, orang sini bilangnya guru ngaji lekar. Tapi dia enggak mengerti huruf cuma hafal Alquran. Orang dulu nyebutnya ngaji kuping karena hapalan,” kata Nian.


(viva.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Program Seragam Sekolah Gratis Pemko Pekanbaru Berlanjut Tahun Depan
AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba Ketar-Ketir, Empat Orang Diringkus
Ketua dan Wakil Ketua OSIS UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Periode 2026-2027 Resmi Dilantik
Pemasangan PJU Simpang MTQ Pekanbaru Digesa
BBKSDA Konfirmasi Temuan di Jalan Lingkar Bangkinang adalah Jejak Harimau
komentar
beritaTerbaru